Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Bambu Kuning untuk Redam Amuk Sungai Cimanuk

BERINVESTASI tidak hanya dilakukan dalam bentuk materi, menanam sejumlah pohon, termasuk pohon bambu adalah langkah tepat menjaga alam masa depan. Bambu yang tergolong tumbuhan berbiji satu atau monokotil itu rupanya menawarkan sejuta manfaat bagi alam tak terkecuali jika di tanam di area arboretum. 

Arboretum adalah kawasan edukasi-rekreasi alam yang bertujuan memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai kelestarian sumber daya hutan, air, dan tanah. Di kampung Legok Pulus, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Garut terdapat Arboretum yang letaknya tepat di hulu sungai Cikamiri yang bermuara di sungai Cimanuk. 

Seperti yang kita ketahui, Sungai Cimanuk pernah mengamuk dan menumpahkan airnya di daerah perkotaan Garut pada September 2016 lalu. Salah satu faktor yang diduga menyebabkan hal itu terjadi adalah karena hutan di hulu yang gundul dan tidak dapat menampung volume air berlebih sehingga sungai meluap dan menyebabkan banjir bandang. 

Kegiatan eksploitasi alam oleh manusia menyumbang terhadap perusakkan alam. Alih fungsi lahan di hulu sungai Cimanuk dan Cikamiri menjadi penyebabnya peristiwa dibalik mengamuknya sungai Cimanuk beberapa waktu lalu menghantam berbagai fasilitas umum hingga ambruk dan melenan banyak korban jiwa. 

Garut berduka. Area resapan air di dua hulu sungai Cimanuk berubah. Tak terdapat tanaman keras untuk menangkal derasnya arus banjir, hanya ada kebun teh seluas 1.000 hektare yang berfungsi sebagai area resapan air hujan. 

Pada 18 Maret 2017, Pikiran Rakyat pun berkerja sama dengan BNI dan menggelar kegiatan penanaman tanaman keras yakni bambu kuning. Pemanfaatan bambu di kawasan konservasi arboretum adalah langkah solutif guna mengelola daerah aliran sungai Cimanuk. 

Kegiatan investasi bambu merupakan upaya rehabilitasi hulu sungai Cimanuk yang mengalami kerusakan. Tanaman yang tergabung dalam golongan kelas poaceae itu memang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia sebab bambu dapat mencegah erosi di sebagian bantaran hulu sungai.

Akar bambu berguna menahan aliran air hujan di sekitar hulu sungai, kemampuan akar bambu yang tangguh dapat melindungi aliran resapan air di hulu sungai Cimanuk dan Cikamiri agar kembali normal. Adapun batang bambu bagi sebagian masyarakat pedesaan digunakan untuk bahan konstruksi rumah dan jembatan sedangkan daun pada tumbuhan yang memiliki batang berongga dan beruas itu berkhasiat bagi kesehatan. 

Esktraksi daun bambu dipakai untuk obat tradisional dan digunakan menyebuhkan luka, menjaga kesehatan jantung, dan mengatasi gejala stroke, batuk, asma, sesak nafas, dan masih banyak lagi.

 

Kandungan komponen kimia alami daun bambu yang dapat mendukung fungsi obat pada daun bambu diperkaya senyawa asam amino, flavonoid, klorofil, polisakarida, dan beberapa vitamin. Berdasarkan sejumlah penelitian, Sifat fisik bambu seperti jenis bambu ater, bambu bitung, dan bambu andong mempunyai sifat berat jenis yang kuat sehingga bangunan berbahan bambu tangguh terhadap guncangan gempa.

Langkah strategis dalam menyikapi musibah banjir bandang di Garut hendaknya dapat mencegah kejadian serupa terulang. Pemahaman untuk melindungi alam dan penanaman bambu di sekitar kawasan rawan bajir dan longsor dapat mengurangi potensi terjadinya pengikisan tanah dan penggerusan erosi sungai dapat diantisipasi. (Debora Septika Sitompul, Herdiansyah)***

 

Bagikan: