Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Cerah berawan, 28.8 ° C

Polres Cirebon Kota Bentuk Special Response Team

Ani Nunung Aryani
PERSONEL tim khusus yang diberi nama Special Response Team (SRT) Polres Cirebon Kota, mendapat pelatihan khusus di Mako Den C Pelopor Brimob Polda Jabar belum lama ini. Polres Cirebon Kota membentuk tim khusus, yang beranggotakan personel polisi pilihan berkemampuan khusus dari mulai penanganan terorisme sampai kejahatan serius lainnya.*
PERSONEL tim khusus yang diberi nama Special Response Team (SRT) Polres Cirebon Kota, mendapat pelatihan khusus di Mako Den C Pelopor Brimob Polda Jabar belum lama ini. Polres Cirebon Kota membentuk tim khusus, yang beranggotakan personel polisi pilihan berkemampuan khusus dari mulai penanganan terorisme sampai kejahatan serius lainnya.*

CIREBON, (PR).- Polres Cirebon Kota membentuk Special Response Team (SRT). Sebuah tim khusus beranggotakan 28 personel denagn kemampuan khusus untuk menangani berbagai kejahatan serius.

Proses rekrutmen dilakukan ketat. Tidak semua anggota bisa masuk dalam tim ini. Setiap personel harus memiliki spesialisasi, prestasi, dan kemampuan lebih.

Menurut Kapolres Cirebon Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, untuk menunjang kinerja SRT, polisi pilihan tersebut dibekali pelatihan khusus fisik dan mental di Mako Den C Pelopor Brimob Polda Jabar. Materi pelatihan dari mulai pelatihan pertempuran jarak dekat, pelatihan pengrebekan, pelatihan tembak reaksi, pelatihan bela diri, pelatihan turun tebing dan pelatihan penanganan bom.

"Dengan semua pelatihan itu, tim memiliki kemampuan khusus dalam menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan serius lainnya," ungkap kapolres di Mapolres Cirebon Kota, Selasa, 21 Maret 2017.

Selain memiliki kemampuan khusus, tim ini dibekali dengan persenjataan lengkap seperti, senjata laras panjang, kendaraan roda 4 dan roda 2, rompi anti peluru, dan lainnya.

Pembentukan tim khusus SRT, katanya, bertujuan sebagai langkah antisipatif terhadap pengungkapan kasus-kasus kejahatan yang meresahkan warga Kota Cirebon seperti curas, curanmor dan curat. Dikatakannya, semakin meningkatnya kejahatan jalanan dengan kekerasan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, serta semakin maraknya peredaran narkotika dan minuman keras ilegal, memaksa pihaknya membentuk satuan khusus itu.

"Selain untuk menangani kasus yang dianggap meresahkan warga Kota Cirebon dan sekitarnya, tim khusus juga dibentuk agar Polres Cirebon Kota, memiliki tim reaksi cepat dalam menghadapi ancaman gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota," katanya.

Kapolres mengungkapkan, selama satu bulan diterjunkan ke lapangan tim ini membuktikan kemampuannya dalam memberantas kejahatan. "Sejak satu bulan kita bentuk, tim ini sudah berhasil menangkap 26 orang pelaku kriminal di wilayah hukum Cirebon Kota," katanya.

Tim yang beranggotakan 28 anggota kepolisian dari berbagai kesatuan seperti Satreskrim, Satnarkoba dan Intelkam nantinya akan menjadi contoh sebagai sarana dalam melatih dan menumbuhkan sikap kedisiplinan, kekompakan dan kebanggaan sebagai anggota SRT. "Tim ini dibentuk sebagai contoh, sehingga anggota lain terpacu juga untuk bisa bergabung dalam SRT," katanya.***



 

Bagikan: