Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Pasokan Bertambah Harga Cabai Berangsur Turun

Nurhandoko
PEDAGANG melayani pembeli cabai di Pasar Gede Kota Banjar. Sejak beberapa hari ini harga berbagai jenis cabai  berangsur turun. Penurunan paling tinggi yakni cabai rawit merah yang tiga hari turun sebesar Rp 30.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram. Turunnya harga komoditi pertanian tersebut seiring dengan bertambahnya pasokan cabai.*
PEDAGANG melayani pembeli cabai di Pasar Gede Kota Banjar. Sejak beberapa hari ini harga berbagai jenis cabai berangsur turun. Penurunan paling tinggi yakni cabai rawit merah yang tiga hari turun sebesar Rp 30.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram. Turunnya harga komoditi pertanian tersebut seiring dengan bertambahnya pasokan cabai.*
BANJAR, (PR).- Setelah bertahan beberapa bulan, harga cabai di wilayah Priangan timur sejak beberapa hari ini mulai turun. penurunan paling tajam adalah jenis cabai rawit merah, dari sebelumnya berkisar Rp 130.000 - Rp 140.000, sejak tiga hari terakhir turn menjadi Rp 100.000 per kilogram.

Pantauan di Pasar Gede Kota Banjar yang selama ini memasok sayuran di wilayah Ciamis dan Pangandaran, Senin 13 Maret 2017 pedagang mulai banyak menyediakan cabai. Bertambahnya pasokan berdampak pada turunnya harga komoditi pertanian tersebut.

Cabai rawit merah yang sejak beberapa bulan lalu harganya terus bertahan tinggi hingga mencapai Rp 140.000 , sejak tiga hari lalu sudah turun menjadi Rp 100.000 per kilogram. Demikian pula cabai besar jenis TW turun menjadi Rp 22.000, padahal dua hari sebelumnya masih bertahan Rp 30.000 per kilogram. Cabai merah keriting juga turun menjadi Rp 28.000, sebelumnya Rp 35.000 per kilogram.

Harga cabai rawit hijau yang sebelumnya masih berkisar Rp 48.000 - Rp 55.000 per kilogram, turun menjadi Rp 40.000. Demikian pula cabai hijau besar yang sebelumnya rata-rata Rp 12.000 , turun menjadi Rp 9.000 per kilogram. Cabai merah lokal Rp 33.000, sebelumnya Rp 40.000 per kilogram. Sementara itu hasil komoditi lainnya yakni tomat turun dari sebelumnya Rp 3.000 , menjadi Rp 2.500 per kilogram.

Turunnya harga cabai, menurut beberapa pedagang, berkenaan dengan mulai bertmabhanya pasokan cabai dari wilayah sentra produksi cabai. Selama ini Pasar Gede yang merupakan pasar tradisional terbesar di wilayah Kota Banjar, didatangkan dari Kabupaten Garut, Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara dan Banyumas.

"Sejak tiga hari lalu harga cabai mulai turun. paling tinggi penurunannya adalah cabai rawit merah, sampai Rp 30.000 per kilogram. Menurunnya harga cabai, juga seiring dengan bertambahnya pasokan dari petani," ungkap Penen, pedagang cabai di Pasar Gede Kota Banjar.

Dia mengatakan penurunan harga cabai masih belum diikuti dengan bertambahnya penjualan. Hal itu menurut perkiraan penpen, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya penurunan harga.

"Saya lebih senang harga cabai tidak terlampai tinggi dan stabil. Kalau harga tidak terlampau mahal, yang beli juga banyak. Sekarang, meski pun sudah berangsur turun, pembeli masih sedikit. Mungkin banyak yang belum tahu harga sudah turun," katanya.

Penpen menambahkan turnnya harga cabai rawit merah bersamaan dengan bertambahnya pasokan. Kondisi tersebut, diperkirakan bakal berlangsung beberapa lama. Alasannya karena diprediksi curah hujan berkurang sehingga hasil panen melimpah.

"Biasanya kalau mulai kemarau hasil panen cabai melimpah. Kalau yang terjadi kemarin, saat harga cabai rawit terus tinggi, kami juga tidak tahu penyebab pastinya, hanya pasokan sedikit," ujarnya.
Hal senada juga dikemukakan pedagang cabai lainnya, Ny. Mamah. Selama ini dia mendapat pasokan cabai rawit dari wilayah Garut dan Bannyumas.

Dia juga mengungkapkan, permintaan cabai masih belum menunjukkan kenaikkan. Bahkan sejak ada penurunan harga yang cukup signifikan, juga belum mempu mendongkrak penjualan. "Sekarang sudah turun, pasokan juga banyak. Saya juga tidak tahu apa bakal kembali naik atau tidak, semua tergantung pasokan," ujarnya.***
Bagikan: