Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sebagian cerah, 28.2 ° C

Cellica dan Dedi Mulyadi Hadiri Tahlilan Ayah Jimmy

Dodo Rihanto
BUPATI Karawang, Cellica Nurrachadiana dan Kepala Kepolisian Resor Karawang Dadang Herindra bersama sejumlah warga NU menyaksikan prosesi pemakaman tokoh NU Karawang KH Hasan Bisri Safei, di rumah duka Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, Minggu, 26 Februari 2017. Almarhum adalah ayah kandung dari Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamakhsyari.*
BUPATI Karawang, Cellica Nurrachadiana dan Kepala Kepolisian Resor Karawang Dadang Herindra bersama sejumlah warga NU menyaksikan prosesi pemakaman tokoh NU Karawang KH Hasan Bisri Safei, di rumah duka Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, Minggu, 26 Februari 2017. Almarhum adalah ayah kandung dari Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamakhsyari.*
KARAWANG, (PR).- Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menghadiri tahlilan hari ke tujuh almarhum K.H. Hasan Bisri Syafei, ayah Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamakhsyari, di Pondok Pesantren Attarbiyah, Telagasari, Karawang, Sabtu, 4 Maret 2017 malam.

Dalam acara tersebut hadir pula para pejabat Pemkab Karawang serta ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU). Mereka dengan khusuk mendoakan tokoh NU asal Karawang yang wafat tujuh hari lalu itu.

Seusai tahlilan yang dimulai setelah salat Isya, acara dilanjutkan dengan pembacaan biografi perjalanan hidup almarhum K.H. Hasan Bisri Syafei sejak aktif di Pondok Pesantren, Gerakan Pemuda Ansor, membangun Pesantren Attarbiyah, Nahdlatul Ulama, hingga menjadi Anggota DPRD Karawang. Pembacaan biografi itu dilakulan oleh K.H. Ahmad Ruhyat Hasby, salah satu anak almarhum.

"Almarhum tauladan bagi kami dan bagi semua warga Nahdliyin," ujar pria yang akrab disapa H. Uyan itu.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nuurchadiana mengaku pernah menyarankan almarhum berobat ke Jakarta untuk menyembuhkan penyakit jantung yang dideritanya. Namun, K.H. Hasan Bisri yang pernah menjabat
sebagai Ketua NU Karawang dua periode itu, lebih memilih berobat di Karawang.

"Saya pernah mengajak almarhum berobat ke Jakarta. Urusan yang lain-lainnya biar menjadi tanggung jawab saya. Namun beliau memilih ingin di Karawang," kata Cellica.

Menurut Cellica, perilaku dan tutur kata K.H. Hasan Bisri yang tidak menyakiti hati orang lain harus menjadi contoh warga Karawang. "Saya pribadi meneladaninya ,"ujar Cellica.

Sementara itu, Jimmy mewakili keluarga mengatakan, baginya, K.H. Hasan Bisri Syafei merupakan orangtua panutan, bukan hanya untuk anak-anaknya, tapi bagi seluruh warga Nahdliyin.

Menurut Jimmy, firasat sebelum ayahnya berpulang sempat menerpa dirinya. Diceritakkan Jimmy, pada saat mengkampanyekan Persika Karawang di Telukjambe dan bertanding sepak bola melawan tim di
kecamatan setempat, dirinya mengalami cidera. "Biasanya mah gak. Tapi pada saat di Telukjambe cidera," katanya.

Esoknya, Jimmy dikabari adiknya bahwa penyakit yang diderita ayahnya kambuh. Jimmy kemudian bergegas membaya ayahnya ke rumah sakit. "Dalam perjalan ke rumah sakit bapak berpulang sambil melapadkan kalimah
Allah," tutur Jimmy sambil berlinang air mata.

Jimmy pun kembali mengungkapkan soal wasiat almarhum, mulai dari mengumrohkan ustad dan guru ngaji sampai dengan menyatulan kembali warga NU yang berselisih faham. "Beliau berpesan, jangan pilah-pilih
ulama. Ajak semua dan satukan NU," katanya.***
Bagikan: