Pikiran Rakyat
USD Jual 14.235,00 Beli 13.935,00 | Berawan, 20.6 ° C

Netty Heryawan: Kerajinan Berenuk Cibarusah Butuh Pembinaan

KETUA Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat Netty Heryawan mendapat penjelasan tentang kerajinan buah berenuk di Sentra Kerajinan Berenuk di Perumahan TNI-Polri di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin 6 Februari 2017.*
KETUA Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat Netty Heryawan mendapat penjelasan tentang kerajinan buah berenuk di Sentra Kerajinan Berenuk di Perumahan TNI-Polri di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin 6 Februari 2017.*
CIKARANG, (PR).- Siapa bilang buah yang tidak bisa dikonsumsi berarti tak memiliki manfaat sama sekali. Di Kabupaten Bekasi, ada beragam hasil kerajinan yang dibuat dari buah berenuk.

Uniknya kerajinan ini sampai menarik minat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan untuk melakukan kunjungan ke Sentral Kerajinan Berenuk di Perumahan TNI- Polri di Cibarusah Jaya Blok C2 No. 19, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin 6 Februari 2017.

Buah berenuk atau biasa juga dikenal sebagai buah maja berwarna hijau, mirip buah jambu bali dan memiliki bau yang cukup pekat namun tidak bisa dikonsumsi karena rasanya pahit. Tumbuhan asal kawasan tropis di Amerika Tengah dan Amerika Selatan itu hidup liar di kebun-kebun warga sebagai pembatas lahan. Biasanya warga memanfaatkan buah berenuk sebagai pembasmi hama tikus dan bahan pakan obat ternak sapi. Selain itu, buah berenuk yang cukup melimpah terbuang sia-sia.

Adalah Dadi Suryadi, yang berhasil menyulap buah bernama latin Crescentia cuteje ini menjadi kerajinan yang bernilai seni dalam bentuk toples, gantungan kunci, hiasan, bahkan tas. Dadi menjelaskan, sebelum diolah menjadi kerajinan, buah berenuk harus terlebih dahulu dikeringkan dengan cara dijemur selama kurang lebih dua minggu. Setelah kering, isi buah berenuk yang seperti serat dikeluarkan hingga kosong lalu dihaluskan dan dilakukan pengecatan dengan motif-motif yang beragam.

"Sudah dicoba dikeringkan dengan cara dibakar dan dioven namun ternyata hasilnya jelek. Harus selalu kering oleh matahari. Yang dijadikan kerajinan itu buah yang tua, kalau yang muda dijadikan pakan obat sapi. Isi buah yang kering juga bisa dijadikan pupuk organik, biar tidak terbuang," katanya.

Melihat keunikan kreatif itu, Netty mengungkapkan bahwa perlu adanya pembinaan khusus agar potensi kriya itu dapat berkembang.

Pembinaan tersebut mencakup pemilihan bahan baku yang berkualitas, survei minat pasar, penyebaran pemasaran, hingga bantuan permodalan. Untuk itu Netty mengarahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bekasi agar dapat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam membantu pembinaan produksi kerajinan buah berenuk.

"Perlu ada pembinaan untuk mengembangkan kerajinan ini. Biasanya produk lokal kita kalah bersaing karena terbentur masalah kualitas, ini salah satunya yang harus dibenahi. Kalau sudah produktif, sentra kriya ini bisa berdampak pada tenaga kerja juga. Ibu-ibu di sini bisa dipekerjakan, dari pada jadi TKW," kata Netty.***
Bagikan: