Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Ambles Lagi, Penghubung Majalengka-Kuningan Kembali Ditutup

Tati Purnawati
APARAT kepolisian, Bina Marga serta Dinas Perhubungan sedang meninjau lokasi bencana jalan ambles di ruas jalan Provinsi di Desa Wanahayu,Kecamatan Maja, Kabupten Majalengka, Selasa 23 Januari 2017. Amblesnya jalan terjadi untuk kedua kalinya, kini arus lalulintas Majalengka-Kuningan lintas Cikijing ditutup sementara.*
APARAT kepolisian, Bina Marga serta Dinas Perhubungan sedang meninjau lokasi bencana jalan ambles di ruas jalan Provinsi di Desa Wanahayu,Kecamatan Maja, Kabupten Majalengka, Selasa 23 Januari 2017. Amblesnya jalan terjadi untuk kedua kalinya, kini arus lalulintas Majalengka-Kuningan lintas Cikijing ditutup sementara.*
MAJALENGKA, (PR).- Ruas jalan Provinsi antara Majalengka-Kuningan lintas Cikijing tepatnya di Desa Wanahayu, Kecamatan Maja, kebupaten Majalengka kembali ambles di bagian tengahnya. Akibatnya ruas jalan tersebut kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Mada Roostanto disertai Kapolsek Maja Iptu Mulyono mengatakan, pihaknya segera melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang terjebak bersama warga setempat. Serta berupaya mengalihkan jalur lalulintas sehingga masyarakat pengguna jalan tetap beraktifitas.

"Jalur lalu lintas untuk kendaraan roda empat kembali diarahkan melalui jalur alternatif lewat dari arah Cikijing dan Talaga membelokan arah ke Wates-Sangiang-Cibunut-Argapura-Maja demikian sebaliknya," ungkap Mulyono.

Rusman dari Bina Marga Provinsi Jawa Barat BPJ VI mengatakan amblesnya ruas jalan tersebut terjadi akibat hujan yang cukup ekstrem, sehingga gorong-gorong yang ada di bawah badan jalan tersebut terumbat akibatnya air menggenangi bagian kiri jalan dari arah Majalengka.

“Sekarang yang harus diperbaiki selain jalan adalah gorong-gorongnya,” ungkap Rusman.

Untuk penanganan sementara akan dilakukan seperti sebelumnya dengan cara menguruk badan jalan atau memasang bronjong di bagian bahu jalan agar konstruksinya lebih kuat.

“Penanganan ini sifatnya sementara sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat,” kata Rusman.

Hanya Rusman mengaku, pihaknya sudah mengajukan sejumlah usulan untuk menangani jalan tersebut, pertama menggunakan tiang pancang di sejumlah titik agar konstruksi lebih kuat, atau memasang bronjong di bagian kanan dan kiri jalan. Hanya yang harus dilakukan saat ini adalah penanagnan darurat agar lalulintas kendaraan tidak terhambat.***
Bagikan: