Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 25.6 ° C

Selamatkan Embung DAS Ciliwung Kota Depok

Bambang Arifianto
URUKAN tanah menutupi sebagian embung di tepi Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Selasa 2 Januari 2017. Pemkot Depok diminta segera menyelamatkan embung air DAS Ciliwung yang terancam kelestariannya karena menjamurnya pembangunan perumahan.*
URUKAN tanah menutupi sebagian embung di tepi Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Selasa 2 Januari 2017. Pemkot Depok diminta segera menyelamatkan embung air DAS Ciliwung yang terancam kelestariannya karena menjamurnya pembangunan perumahan.*
DEPOK, (PR).- Menjamurnya pembangunan perumahan membuat sejumlah embung di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Kota Depok terancam kelestariannya. Beberapa cekungan penampung air tersebut diuruk bagi kepentingan pembangunan fisik.

Dari hasil pantauan pada Senin 2 Januari 2017 siang, kondisi mengenaskan tersebut terlihat di sepanjang Jalan Kalimulya, Cilodong, Kota Depok. ‎Ada sekitar 6 hingga 7 embung yang berderet di tepi di jalan itu.

Di Kampung Kebon Duren, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, sebagian badan embung tampak tertutup urukan tanah. Jejak alat berat pengeruk tanah terlihat pula di sana.

‎Di dekatnya, embung lainnya bernasib serupa. Embung yang berada di Jalan SMP Karya Bangsa tersebut diuruk di bagian tepi. Sejumlah pekerja juga terlihat mengerjakan pembangunan. "(Bangun) pondasi," kata seorang pekerja tanpa menjelaskan pondasi bangunan apa.

Praktik pengurukan embung-embung lain masih bisa ditemui di Jalan Kalimulya. Praktik itu ditengarai membuat badan embung menyempit dengan alur permukaan air yang terbagi dalam kanal-kanal endapan tanah.

Tembok yang membatasi keberadaan cekungan air pun melintang memagarinya. Pegiat lingkungan dari Komunitas Ciliwung Depok Taufiq DS mengakui kondisi mengenaskan itu. Bahkan, tutur Taufiq, terdapat pula embung yang telah lenyap berganti dengan perumahan warga di tepi Jalan Kalimulya. Embung tersebut dikenal dengan nama Rawa Kedukan Lumpur.

Dia meminta, Pemerintah Kota Depok menyelamatkan keberadaan embung-embung itu. "Jalan keluarnya, pemerintah harus beli (pembebasan lahan embung) atau batasi izinnya, jangan diuruk, mungkin dibuat jadi tempat rekreasi air," ujar Taufiq.

Kelestarian embung-embung itu penting sebagai wilayah penyerapan air di DAS Ciliwung.

"Sekarang lihat posisinya itu DAS Ciliwung karena air akhirnya masuk ke aliran sungai Ciliwung," katanya.

Tak ayal, keberadaan embung menahan air yang masuk ke Ciliwung.‎ Hilangnya embung berdampak pada berbagai bencana seperti longsor dan banjir.

Selain penyelamatan embung, Taufiq meminta Pemkot Depok juga mengawasi pembangunan rumah di sempadan Ciliwung. ‎"Sekalipun dimiliki (warga), orang tidak boleh membangun (di sempadan Ciliwung)," ujarnya.***
Bagikan: