Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Upacara Hari Ibu di Subang tak Biasa

Yusuf Adji
SUBANG, (PR).- Upacara memperingati hari ibu ke 88 tahun 2016 di lingkungan Pemkab Subang tak seperti biasanya. Apabila biasanya, peserta dan petugas upacara gabungan laki-laki dan perempuan dari pegawai, kali ini yang berlangsung di Halaman Kantor Pemkab Subang, Kamis 22 Desember 2016, semuanya perempuan.

Upacara yang dipimpin Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih, diikuti PNS perempuan di lingkungan Pemkab dan organisasi perempuan, Polwan Polres Subang, dan Wara Lanud Suryadarma. Kemudian Ibu-ibu Bhayangkari, Pia Ardya Garini, Persit Kartika Candra Kirana termasuk pelajar SMA dan Pramuka juga semuanya perempuan.

Demikian pula dengan petugas upacara mulai paskibraka, pimpinan upacara hingga pembaca naskah pancasila dan Undang-undang 45, semuannya perempuan.

Saat memimpin upacara, Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih mengajak perempuan di Subang terus berkarya dan berjuang meningkatkan kualitas, sehingga mampu berkontribusi terhadap pembangunan Subang.

Dalam upacara, Imas yang membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan, berharap peringatan hari ibu dijadikan momentum refleksi dan renungan terkait pembangunan selama 88 tahun ke belakang. Kemudian mengajak perempuan terus berkarya dan berjuang meningkatkan kualitas, sehingga mampu berkontribusi terhadap pembangunan Subang.

"Selain itu Ibu harus bisa mewariskan nilai-nilai luhur dan sejarah perjuangan, serta bertekad melanjutkan dan mengisi pembangunan. Apalagi kedudukan laki-laki dan perempuan setara, mendapat kesempatan akses dan peluang sama," katanya.

Dikatakan Imas, adanya kesetaraan itu diharapkan bisa mewujudkan Indonesia bebas kekeraasan terhadap ibu dan anak. Saat ini kekerasan anak dan ibu, termasuk perdagangan orang menjadi perhatian serius pemerintah. "Korban yang lapor maupun tidak, saat ini semakin marak, mulai kejahatan seksual anak menjadi masalah bangsa sehingga harus segera diselesaikan," katanya.

Dijelaskannya, perkembangan era globalisasi kontribusi perempuan tak bisa dipungkiri, kini sudah banyak yang mengisi posisi strategis. Apabila diberi peluang dan kesempatan, perempuan mampu menjadi motor penggerak di semua bidang.

"Namun maraknya persoalan bangsa, mulai trafiking, narkoba hingga HIV, salah satunya akibat runtuhnya pertahanan keluarga. Sebab keluarga jadi pilar utama mengembangkan nilai-nilai budi pekerti. Jadi kami mengajak perempuan Indonesia berkarya dan terus berjuang meningkatkan kualitas ibu," katanya.***
Bagikan: