Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

16 Peserta Lelang Bidik Jabatan Kepala Dinas dan Staf Ahli

Adang Jukardi
SUMEDANG, (PR).- Para pejabat Pemkab Sumedang yang mengikuti lelang jabatan untuk mengisi kekosongan jabatan 3 kepala dinas dan satu staf ahli, hingga kini sudah mencapai 16 orang. Jumlah pejabat yang mendaftar sebanyak itu, sehari menjelang ditutupnya pendaftaran pada Rabu, 16 November 2016. Lelang jabatan itu, implementasi dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang akan diterapkan tahun depan.

“Kami masih menunggu pendaftar lainnya sampai hari terakhir, Rabu besok,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumedang, Endi Ruslan ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 15 November 2016

Menurut dia, 16 pejabat yang mendaftar, semuanya pejabat di lingkungan Pemkab Sumedang. Mereka dinilai sudah memenuhi persyaratan, yakni golongan 4B yang pernah menduduki jabatan eselon IIIA setingkat camat, sekretaris dinas, kepala kantor dan kepala bagian. Ke-16 pejabat tersebut, mengikuti lelang jabatan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, kepala Dinas Pemukiman dan Pertanahan dan staf ahli bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan.

“Tiga dinas itu dinas baru yang harus dibentuk oleh Pemkab Sumedang sesuai PP 18 tahun 2016. Ketiga dinas tersebut akan diterapkan pada Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru tahun 2017 nanti,” kata Endi.

Ke-16 pejabat yang mendaftar pada lelang jabatan tersebut, kata dia, masing-masing 6 orang mendaftar pada posisi jabatan kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, 3 orang untuk posisi kepala Dinas Pemukiman dan Pertanahan, 3 orang untuk kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan 4 orang pejabat mendaftar untuk posisi staf ahli bupati. “Untuk satu jabatan, minimal diikuti 4 orang peserta,” ujarnya

Endi menyebutkan, setelah pendaftaran ditutup, tahapan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan berkas administrasi pada Jumat, 18 November 2016 mendatang. Setelah itu, tes asesmen kompetensi (tes kemampuan dan kelayakan posisi kerja) selama dua hari, 21-22 November 2016. Tes tersebut akan dilaksanakan oleh panitia seleksi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar di Jatinangor. Bahkan di akhir tes, peserta diharuskan membuat karya tulis selama tiga jam. Karya tulis itu harus dipresentasikan pada 28 November nanti. “Nah awal Desember, hasil tes asesmen diserahkan kepada bupati. Selanjutnya, bupati akan meminta rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” tuturnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dari beberapa orang peserta yang ikut lelang jabatan pada satu jabatan tertentu, akan diseleksi sampai tiga besar. Para pejabat yang masuk tiga besar ini lah yang akan diminta rekomendasinya oleh bupati kepada KASN. Setelah mendapat rekomendasi, selanjutnya bupati akan memilih salah seorang dari tiga pejabat tersebut yang layak dan cocok untuk menjabat kepala dinas yang kosong.

“Pemilihan satu dari tiga pejabat untuk duduk sebagai kepala dinas, menjadi hak prerogatif bupati. Jadi, pak bupati yang akan memilihnya langsung. Pemilihan itu tidak berdasarkan ranking, melainkan atas dasar penilaian pak bupati sendiri. Hal itu, dengan melihat tingkat kemampuan intelektual, kompetensi, kepemimpinan dan penilaian lainnya,” tuturnya.***
Bagikan: