Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Obyek Wisata di Ciremai Belum Berkontribusi ke PAD

Nuryaman
KUNINGAN, (PR).- Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat kini tengah membidik potensi Pendapatan Asli Daerah dari pengelolaan obyek-obyek wisata dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Teddy Suminar, menyebutkan hal itu ketika ditanya "PR" terkait dengan telah dibentuknya Kelompok Penggerak Pariwisata Kabupaten Kuningan, Minggu, 13 November 2016.

Teddy Suminar menyebutkan, kawasan TNGC belahan wilayah Kabupaten Kuningan kaya potensi obyek wisata alam. Bahkan belasan obyek di antaranya selama ini sudah dikelola sebagai obyek wisata. Ada yang dikelola kelompok masyarakat, pemerintah desa, swasta, dan di antaranya oleh Perusahaan Daerah Aneka Usaha, Kabupaten Kuningan.

"Namun, selama ini obyek-obyek wisata di kawasan TNGC sebagian besar belum memberikan kontribusi terhadap PAD Kuningan," ujar Teddy Suminar.

Oleh karena itu, tutur Teddy Suminar, Pemda Kuningan melalui pihaknya kini mulai menjajaki serta melakukan upaya-upaya untuk menggaet PAD dan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat dari pengelolaan obyek-obyek wisata di kawasan TNGC. Termasuk juga obyek-obyek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Kuningan yang berada di luar kawasan TNGC.

Disebutkan Teddy, pembentukan Kompepar Kabupaten Kuningan, merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk hal tersebut. Kompepar Kabupaten Kuningan bentukan Disparbud Kuningan itu sendiri secara resmi telah dikukuhkan oleh Bupati Kuningan Acep Purnama, pada Sabtu, 12 November 2016 beranggotakan 25 orang dari berbagai kalangan masyarakat.

"Kompepar yang dikukuhkan kemarin, merupakan mitra Disparbud Kuningan. Harapan kami dan sesuai komitmen temen-temen Kompepar Kabupaten itu, akan ikut berperan aktif membantu mendorong Kompepar Desa dan pihak-pihak pengelola obyek wisata di Kuningan lebih aktif mengembangkan serta bisa memberikan dan meningkatkan kontribusi PAD dari obyek-obyek wisata yang dikelolanya," kata Teddy.

Selain itu, ujarnya menambahkan, untuk mencapai harapan tersebut Pemkab Kuningan juga akan segera membuat regulasinya. "Misalnya, nanti akan dibuat peraturan bupati turunan dari Peraturan Daerah tentang Rekreasi dan Olah Raga. Termasuk perbup retribusi dari pengelolaan obyek-obyek wisata yang ada di kawasan TNGC, kehutanan, dan desa wisata," kata Teddy.

Di tempat terpisah Ketua Kompepar Kabupaten Kuningan Nana Juhana, Minggu, 13 November 2016 menyebutkan, peran Kompepar Kabupaten di antaranya sebagai mediator dan fasilitator pengembangan potensi dan obyek-obyek wisata di Kabupaten Kuningan.
"Misalnya memberikan masukan kepada para pihak pengelola obyek wisata tentang hal-hal yang perlu dikembangkan pada obyek wisatanya, supaya keberadaan potensi dan obyek wisata di Kuningan benar-benar bisa memberikan keuntungan baik bagi pihak pengelolanya, masyarakat, pemerintah desa, serta Pemerintah Kabupaten Kuningan berupa PAD," katanya.***
Bagikan: