Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 30.2 ° C

Stok Pupuk untuk Tanam Rendeng Aman

Yusuf Adji
SUBANG, (PR).- Persediaan pupuk urea subsidi yang diperuntukan bagi para petani di wilayah Jawa Barat dan Banten saat ini melimpah. Hingga akhir Oktober 2016, stok yang ada di gudang lini II dan lini III mencapai 792,26 persen dibandingkan kebutuhan pupuk sesuai aturan yaitu dua minggu ke depan. Dengan posisi stok tersebut, kebutuhan pupuk urea petani selama usim tanam rendeng tahun 2016 - 2017 yang kini mulai berlangsung dijamin aman.

"Stok pupuk urea bersubsidi di gudang lini II dan III, totalnya mencapai 193.927,24 ton. Padahal kewajiban kami menyiapkan pupuk sesuai kebutuhan per dua minggu ke depan itu hanya 24.477,87 ton. Jadi memasuki musim tanam rendeng, petani tak perlu khawatir kekurangan pupuk. Sebab stoknya banyak, melimpah," kata ujar Manajer Humas PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, di seusai memantau pelaksanaan tanam padi dan penyaluran pupuk urea di Kabupaten Subang, Rabu, 2 November 2016. Menurutnya selain pupuk urea, menyiapkan pula NPK sebanyak 17.630,46 ton, dan pupuk organik 8.350,69 ton.

Dikatakan Ade, realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi masih berjalan hingga akhir Oktober 2016 di wilayah Jabar-Banten sebanyak 501.604,85 ton atau mencapai 102,66 persen, melebihi kuota yang ditentukan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) sebanyak 488.603 ton. Khusus di Kabupaten Subang realisasi penyaluran Januari - Oktober 2016 sudah 112 persen dari ketentuan pergub sebanyak 35,856 ton, realisasinya 40.219 ton. "Antisipasi lonjakan permintaan di musim rendeng, stok gudang yang ada di Subang kini ada 10.039 ton, padahal kewajiban sesuai ketentuan hanya 1.656 ton, jadi stok mencapai 600 persen dari kebutuhan dua pekan ke depan," katanya.

Ditegaskan Ade, dengan perkembangan stok dan produksi pihaknya menjamin realisasi penyaluran pupuk bersubsidi bisa berjalan lancar, sehingga tidak menghambat pelaksanaan masa tanam musim rendeng.

"Dengan melimpahnya stok, kami berharap tak ada lagi keluhan petani sulit mendapat pupuk di lapangan. Apalagi kami sudah mengantisipasi tingginya permintaan pupuk yang biasannya terjadi saat musim tanam Oktober-Maret dengan menyiapkan stok lebih dari ketentuan," katanya.***
Bagikan: