Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

Jejak Sejarah Depok Terserak di Jalan Pemuda

Bambang Arifianto

JEJAK bersejarah berserak di sepanjang Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Kota Depok. Lokasinya berada di tepi Jalan Kartini dari Margonda Raya. Saat tiba di jalan tersebut, pengunjung dihadang tiang telepon antik yang diperkirakan berdiri tahun 1900. 

Kini, kondisinya cukup mengenaskan. Jejak pertelekomunikasian Depok pada masa silam itu menjadi tempat favorit melilitkan spanduk yang melintang di tengah Jalan Kartini.  

Dari tiang telepon tersebut, Jalan Pemuda sudah terbentang di hadapan. Jalan bersejarah itu ditandai dua plang kecil bertuliskan namanya. Tak butuh lama, peninggalan bersejarah lain yang mengapit jalan muncul. 

Di kanan, bangunan tua Rumah Sakit Harapan Depok berdiri. Di kiri, rumah Presiden Depok terakhir Johannes M Jonathans terlihat. Bangunan rumah sakit itu dulu merupakan kantor gemeente bestuur atau pemerintahan kota praja Depok. 

Gedung itu sudah ada sejak 1880. Pada masa kekuasaan kolonial Belanda, Depok memiliki pemerintahan otonomi dan presiden sendiri. Depok saat itu dipimpin presiden dari keturunan 12 marga budak eks tenaga pembukuan VOC, Cornelis Chastelein.

Yayasan itu bertugas mengelola tanah dan bangunan peninggalan Chastelein yang diwariskan kepada para budaknya. Saat ini, kondisi Jalan Pemuda diperlakukan bukan seperti aset bersejarah Depok. 

Tak ada keterangan atau pun petunjuk bangunan-bangunan bersejarah bagi pengunjug yang mendatangi lokasinya. Beberapa bangunan lama pun beralih fungsi menjadi tempat usaha. Begitu pula pedestrian jalan yang tak nyaman bagi pejalan kaki.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengakui bangunan bersejarah Depok berpotensi dikembangkan sebagai lokasi wisata dan dilindungi sebagai cagar budaya. 

"Ini potensi cuma belum digarap dengan baik," kata Pradi selepas kegiatan halal bihalal di halaman Balai Kota Depok. Sebagai cagar budaya, Pradi berharap, Jalan Pemuda  bisa seperti Kota Tua DKI Jakarta. 

Bangunan bersejarah selamanya menjadi bagian dari kota dan ingatan masyarakat Depok. Dalam perjalanannya,  kota ini pasti akan selalu menoleh ke masa lalunya guna memastikan identitas. Persoalannya, masih adakah jejak sejarah untuk berkaca nanti.***

Bagikan: