Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya berawan, 27.3 ° C

Ular Sanca dari Sungai Cimanuk Masuk Kampung

Nurhandoko
SUPARNO  (58) warga lingkungan Parungsari, Kelurahan/Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar menunjukkan ular sanca kembang sepanjang 3 meter yang ditemukan di kandang ternaknya, Senin 17 Oktober 2016.*
SUPARNO (58) warga lingkungan Parungsari, Kelurahan/Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar menunjukkan ular sanca kembang sepanjang 3 meter yang ditemukan di kandang ternaknya, Senin 17 Oktober 2016.*
BANJAR, (PR).- Warga lingkungan Parungsari Kelurahan/Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, digegerkan dengan ditemukannya ular jenis sanca kembang sepanjang 3 meter. Binatang melata tersebut ditemukan Senin 17 Oktober 2016 yang tengah melingkar di dalam kandang ternak milik Suparno (58), tak jauh dari Sungai Citanduy.

Suparno yang juga Ketua RT 8 RW 3 Parungsari, mengungkapkan penemuan itu bermula pagi hari seperti biasa hendak memberi pakan ternak ayam yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah. Ketika hendak masuk ke dalam kandang, ayam dan itiknya beterbangan dan berisik. "Tidak seperti biasanya, ayam beterbangan dan berisik. Saya curiga ada yang mengganggu, ternyata di balik seng ada ular besar," ungkapnya yang mengaku kaget.

Melihat ular berukuran besar, Suparno yang ketakutan langsung langsung berteriak memanggil tetangganya. Beberapa tetangga langsung mendatangi kandang ayam. Ular sanca yang beratnya lebih dari 6 kilogram itu sempat melawan ketika hendak ditangkap. "Setelah beberapa kali lolos dan melawan, akhirnya bisa diamankan. Memang tidak berbisa, tetapi ularnya ganas," tuturnya.

Dia mengungkapkan, setidaknya ada 5 ekor ayam di dalam kandang yang hilang. Selain itu, beberapa warga juga mengaku kehilangan binatang ternaknya. Suparno memerkirakan, ular sanca itu sebelumnya tinggal di tepi Sungai Citanduy. "Semula dikira ternak dimakan tikus. Pertanyaan itu terjawab sudah, hilangnya ternak karena dimangsa ular," kata Suparno.

Warga lainnya, Anto, mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu warga Parunglesang yang tidak jauh dari Sungai Citanduy juga menangkap ular sanca kembang. Saat itu, ular yang ditangkap berukuran lebih panjang dan besar. Dia memperkirakan di sepanjang aliran Sungai Citanduy masih banyak ditemukan ular berukuran besar. diduga, ular itu masuk kampung setelah Sungai Citanduy banjir besar.***
Bagikan: