Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Warga Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Dodo Rihanto
KARAWANG, (PR).- Sejumlah ibu rumah tangga di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Karawang mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 Kg, Minggu, 16 Oktober 2016. Akibat hal itu mereka terpaksa memasak menggunakan kayu bakar, bahkan ada urung menanak nasi.

"Sejak beberapa hari terakhir ini gas melon menghilang di pasaran. Kami terpaksa menanak nasi menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu dan bambu," ujar Anih (45), warga Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok.

Menurutnya, warga Rengasdengkok kerap dilanda keresahan gara-gara gas melon jarang tersedia. Padahal, proses masak-memasak harus berlangsung setiap hari. Akhirnya, warga kembali memanfaatkan kayu bakar untuk menanak nasi dan memasak lauk-pauknya.

Hal serupa dialami Ikin (60), warga Kelurahan Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur. Dia mengaku kesulitan memndapatkan gas melon sejak dua pekan terakhir ini. "Karena tidak ada gas, kami urung memasak. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari kami terpaksa membeli di Warteg terdekat," ujar Ikin.

Disebutkan, untuk memperoleh pasokan gas, dia menitip tabung kosong ke toko yang biasa menjual gas. Setelah beberapa hari, tabung kosong itu baru bisa ditukar dengan tabung berisi gas. "Selama menunggu pasokan gas datang, sy memasak nasi dan air menggunakan mejikom," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram terjadi pula di Kecamatan Karawang Barat, Tegalwaru, Pangkalan dan Cilamaya Wetan. Masyarakat di kecamatan tersebut setiap hari harus berebut untuk mendapatkan satu tabung gas melon. Ironisnya, para pedagang nasi dan makanan di berbagai daerah sekitar Karawang tetap menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

Ketika hal itu dikonfirmasikan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang, Hanafi mennyebutkan, kelangkaan gas elpiji melon yang terjadi selama beberapa pekan terakhir bukan karena adanya pengurangan pasokan.‬ "Selama ini pasokan elpiji 3 kilogram tetap, tidak ada pengurangan," kata Hanafi.

Untuk menanggulangi kelangkaan itu, Hanafi mengaku sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas setempat. "Keterangan dari pihak Pertamina dan Hiswana Migas, pasokan gas elpiji 3 kilogram masih tetap sama, yakni 1,8 juta tabung per bulan," tutur Hanfi.

Ketika didesak bahwa gas melon benar-benar menghilang di sejumlah wilayah kecamatan, Hanafi berjanji akan mencari tahu penyebab terjadinya kelangkaan tersebut. "Kami akan memantau distribusi gas ke daerah yang langka tersebut. Jangan-jangan dirembeskan ke daerah lain," katanya.***
Bagikan: