Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.3 ° C

Kurang Pasokan, Harga Cabai di Banjar Melambung

Nurhandoko
PEDAGANG cabai di Pasar Gede, Kota Banjar tengah menata barang dagangannya, Minggu, 16 Oktober 2016. Sejak seminggu terakhir harga cabai terus melambung, akibat berkurangnya pasokan. Paling tinggi cabai jenis Tanjung yang menembus Rp 70.000 per kilogram, naik 100 persen dari sebelumnya Rp 35.000.*
PEDAGANG cabai di Pasar Gede, Kota Banjar tengah menata barang dagangannya, Minggu, 16 Oktober 2016. Sejak seminggu terakhir harga cabai terus melambung, akibat berkurangnya pasokan. Paling tinggi cabai jenis Tanjung yang menembus Rp 70.000 per kilogram, naik 100 persen dari sebelumnya Rp 35.000.*
BANJAR,(PR).- Harga cabai melambung hingga seratus persen, akibat berkurangnya pasokan hasil komoditi pertanian tersebut. Tingginya curah hujan, mengakibatkan banyak tanaman cabai yang mati, serta proses pembuahan tidak sempurna.

Pantauan di Pasar Gede Kota Banjar, Minggu, 16 Oktober 2016, berkurangnya pasokan banyak penjual cabai yang tidak lagi menyeddiakan barang dagangannya. Hal itu selain karena kalah bersaing dengan pedagang lainnya, juga anjlokya pasokan.

Di antara jenis cabai yang ada di pasar tradisional terbesar di kota paling ujung timur Provinsi Jawa Barat yakni cabai merah besar jenis tanjung. Awal minggu kedua Oktober 2016, harga cabai tanjung hanya Rp 35.000 - Rp 40.000 per kilogram, akan tetapi sejak tiga hari ini harganya menembus Rp 70.000 per kilogram.

Cabai merah besar TW dan keriting, harganya sama yakni Rp 50.000, sebelumnya hanya Rp 30.000 per kilogram. Cabai besar hijau Rp 18.000 , naik Rp 2.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 16.000. Cabai rawit merah, Rp 35.000 naik dari sebelumnya Rp 25.000 per kilogram, dan rawit hijau Rp 24.000 per kilogram, sebelumnya Rp 16.000.

"Kenaikannya sangat cepat sekali, hanya selang tiga hari cabai merah tanjung naik sampai seratus persen menjdai Rp 70.000 per kilogram. Jika melihat kecenderungan, harga akan terus naik," ungkap Nana, pedagang cabai di pasar gede Kota Banjar.

Dia mengungkapkan, barang dagangannya didatangkan dari Kabupaten Wonosobo, Garut dan Cilacap. Menurut bandar, ungkap nana, naiknya harga kerna petani banyak yang gagal panen.

"Akibat diguyur hujan terus menerus, banyak tanaman mati, produksi tidak maksimal. Dilain pihak banyak pedagang yang membutuhkan, sehingga harga melambung. Kami juga harus berebut dengan pedagang lain untuk mendapatkan barang tersebut, " ungkap Nana.***
Bagikan: