Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sebagian cerah, 28.2 ° C

Siswa SDN 1 Bunigeulis Belajar di Tenda

Nuryaman
SISWA Sekolah Dasar Negeri 1 Bunigeulis, di Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, menggelar alas untuk belajar di tenda, Jumat, 26 Agustus 2016. Mereka terpaksa harus belajar di tenda karena sekolahnya terbakar.*
SISWA Sekolah Dasar Negeri 1 Bunigeulis, di Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, menggelar alas untuk belajar di tenda, Jumat, 26 Agustus 2016. Mereka terpaksa harus belajar di tenda karena sekolahnya terbakar.*
KUNINGAN, (PR).- Sebanyak 43 orang murid Sekolah Dasar Negeri 1 Bunigeulis, di Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, terbagi atas 23 orang murid kelas IV, dan 20 murid kelas VI, kini terpaksa harus mengikuti belajar mengajar dalam satu tenda. Pasalnya, sebulan lalu tepatnya pada tanggal 27 Juli 2016, dua ruang kelas dan satu ruangan guru dan kepala sekolah tersebut habis terbakar tinggal puing tembok dan hingga saat ini belum diperbaiki.

Pantauan PR pada, Jumat, 26 Agustus 2016, ruang belajar sementara berupa tenda bagi puluhan murid di SD tersebut, terbilang lebih refresentatif dibanding ruang belajar mengajar darurat yang telah mereka gunakan dalam sebulan terakhir. Tenda tersebut memiliki luas ruangan sekitar 5,6 meter X 10 meter, tinggi sekitar 3 meter, dilengkapi deretan jendela plastik tembus pandang bisa dibuka tutup, serta beralaskan lembaran-lembaran busa padat setebal lebih kurang 1 centi meter.

Kepala SDN 1 Bunigeulis Kurniasih didampingi guru kelas VI Keno, menyebutkan selama sebulan terakhir murid dua kelas itu, terpaksa diaharahkan pihaknya mengikuti belajar mengajar di tempat-tempat darurat.
"Tergantung kondisi cuaca. Kadang-kadang di sini, di mushola lingkungan perumahan warga sekitar sini, di teras depan ruangan kelas itu, atau diarahkan sekolah siang di ruangan-ruangan kelas yang masih utuh ini," kata Keno, yang sedang menyaksikan sejumlah muridnya merapikan ruangan tenda di halaman tengah lingkungan sekolah tersebut.

Tenda itu menurut Kurniasih dan Keno, baru dikirim serta didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Kamis, 25 Agustus 2016. Mereka menyebutkan, tenda bantuan BPBD itu secara efektif akan digunakan pihaknya untuk ruangan belajar mengajar kelas IV dan VI mulai Sabtu (27/8/2016), hingga ruangan-ruangan kelas yang rusak terbakar tuntas diperbaiki pemerintah.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin, secara terpisah menyebutkan, pascakebakaran itu pihaknya juga telah memberikan berbagai upaya serta bantuan tanggap darurat melalui Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kuningan. Sementara itu, bantuan tenda tersebut dilakukan pihaknya melalui Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi sebagai tahap pemulihan dini pascabencana.

Agus Mauludin dan Kepala Seksi Rehabilitasi Rekonstruksi BPBD Kuningan Maman Sulaeman, menyatakan pihaknya bersama Dinas Tata Ruang dan Ciptakarya serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kuningan, juga telah mengajukan usulan anggaran untuk pembangunan gedung sekolah yang terbakar itu kepada Bupati Kuningan. Pengajuan anggaran itu, menurut Agus Mauludin disampaikan kepada Bupati Kuningan melalui Badan Pengelolaan Keunagan dan Aset Daerah.

Sebagaimana diberitakan "PR", tiga ruangan bangunan SDN 1 Bunigeulis, bulan lalu habis terbakar tinggal puing dinding tembok bangunan. Ketiga ruangan itu, meliputi satu ruang guru merangkap ruang komputer, usaha kesehatan sekolah, dapur, dan dua ruang kelas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi akibat lainnya seluruh meubelair, arsip dan data-data penting di ruang guru serta bangku sekolah di dua ruang kelas terebut, hangus terbakar.***
Bagikan: