Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 31.1 ° C

Kepala Sekolah Akui Ada Mafia di Disdikpora

Dodo Rihanto

KARAWANG, (PR).- Tudingan Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamakshari tentang adanya mafia di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat, diakui oleh seorang kepala sekolah. Pasalnya, salah seorang Kepala Bidang Disdikpora Karawang disebut-sebut kerap meminta jatah proyek kepada sekolah yang mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat.

"Ucapan Pak Jimmy itu benar adanya. Sebab ada oknum Kepala Bidang yang selalu meminta jatah proyek," ujar salah seorang kepala SMK, yang minta identitasnya dirahasiahkan, Minggu, 31 Juli 2016.

Menurutnya, oknum Kabid tersebut secara terang-terangan meminta proyek pengadaan mebeuler kepada semua sekolah yang mendapat bantuan biaya pembangunan ruang kelas baru (RKB) dari pusat. Namun, dalam pelaksanaannya, mebeuler yang dikirim ke sekolah itu, tidak sesuai standar. Bahkan, ada sekolah yang tidak dikirim mebeulernya, padahal uang pembelian sudah diserahkan kepada oknum tersebut. "Kami tidak bisa berbuat banyak karena dia itu atasan kami. Mungkin dengan diberitakan, kasus ini bisa diusut oleh pihak berwajib atau oleh bupati dan wakil bupati," ujarnya.

Dikatakan juga, selain meminta jatah proyek, oknum tersebut kerap menyebut dirinya bakal menjadi Kepala Disdikpora. Akibatnya, para kepala sekolah yang dimintai proyek semakin merasa takut ditekan oleh oknum tersebut.

Ketika hal itu dikonfirmasikan, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Karawang, Nandang Mulyana, membatah kalau pihaknya kerap meminta jatah proyek."Tahun ini tidak ada proyek DAK. Lagi pula belum ada pengiriman mebeuler," ujarnya.

Dia berkelit, jika ingin mendapat uang banyak tak perlu meminta proyek. Sebab, dari pelaksanaan PPDB (penerimaam peserta didik baru) saja,banyak yang mengiriminya uang asal dia mau memasukan calon siswa ke sekolah tertentu. "Semuanya saya tolak. Saya ingin makan dari hasil usaha yang halal," ujarnya.***

Bagikan: