Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sedikit awan, 25.8 ° C

Pengusutan Kebakaran Pasar Cilamaya Libatkan Puslabfor Mabes Polri

Dodo Rihanto
SEJUMLAH pedagang membangun kios darurat di atas lahan Pasar Cilamaya yang ludes terbakar pada malam Lebaran lalu. Para pedagang ingin segera bisa berjualan kembali tanpa harus menunggu pasar tersebut dibangun Pemerintah Kabupaten Karawang.*
SEJUMLAH pedagang membangun kios darurat di atas lahan Pasar Cilamaya yang ludes terbakar pada malam Lebaran lalu. Para pedagang ingin segera bisa berjualan kembali tanpa harus menunggu pasar tersebut dibangun Pemerintah Kabupaten Karawang.*
KARAWANG, (PR).- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Karawang sedang menyelidiki kasus terbakarnnya Pasar Cilamaya pada malam takbiran lalu. Bahkan pihak Polres telah mengambil sisa-sisa material bangunan yang terbakar untuk diteliti di Pusat Laboratorium Forensik (Pulabfor) Mabes Polri.

Kepala Satreskrim Polres Karawang Hairullah mengatakan, pada Selasa 12 Juli 2016, pihaknya telah melakukan cek tempat kejadian perkara bersama tim Puslabfor Mabes Polri. Kini Satreskrim Karawang masih menunggu hasil evaluasi dari pemeriksaan yang dilakukan di lapangan.

“Kami belum bisa mengambil simpulan penyebab terbakarnya ratusan toko di Pasar Cilamaya. Kami masih menunggu hasil olah TKP dari keterangan Puslabfor,” ujarnya, Kamis 14 Juli 2016.

Ia tidak bisa menentukan kapan simpulan hasil olah TKP keluar. Namun kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi yakni para pedagang dan pengelola Pasar Cilamaya.

“Untuk sementara, kami periksa enam saksi terlebih dahulu. Mengenai adanya indikasi yang mengarah ke tindakan pidana kriminal, bergantunghasil forensik nanti,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamakshari menyebutkan telah meminta Polres Karawang mengusut kebakaran itu. Pengusutan dinilai penting karena berkembang isu yang menyebutkan dalam terbakaarnya Pasar Cilamaya ada unsur kesengajaan.

“Saya sangat mendukung polisi yang tengah mengusut kasus kebakaran Pasar Cilamaya untuk memastikan apakah ini memang murni musibah atau ada kesengajaan. Hal itu harus dibuktikan secara hukum,” kata Jimmy.

Menurut Jimmy, hak guna bangunan (HGB) yang dimiliki para pedagang Pasar Cilamaya sudah habis masa berakunya sejak beberapa tahun silam. Bahkan, Pemkab Karawang sudah merencanakan melakukan pemugaran bangunan pasar tersebut.

Hanya saja, pemerintah masih melakukan proses sosialisasi terhadap para pedagang terkait rencana pemugaran itu.

“Sejak zaman bupati Ade Swara, sudah ada rencana untuk memugar Pasar Cilamaya. Hingga sekarang proses sosialisasi masih berjalan. Jadi, dengan adanya peristiwa kebakaran mungkin saja ada pihak yang berpikir ada unsur kesengajaan,” katanya.***
Bagikan: