Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Korban Kebakaran Pasar Cilamaya Siap Bangun Sendiri Kiosnya

Dodo Rihanto
WARGA menyaksikan para pemulung yang sedang mengambil puing Pasar Cilamaya yang terbakar Selasa 5 Juli 2016.*
WARGA menyaksikan para pemulung yang sedang mengambil puing Pasar Cilamaya yang terbakar Selasa 5 Juli 2016.*
KARAWANG, (PR).- Para pedagang Pasar Cilamaya yang kiosnya terbakar Selasa 5 Juli 2016 malam
lalu siap membangun kembali tempat usahanya masing-masing dengan menggunakan biaya sendiri. Hal tersebut dilakukan jika Pemerintah Kabupaten Karawang belum memiliki rencana membangun kembali
pasar yang terbakar itu.

Demikian dikatakan salah seorang pengurus Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya, Zaelani Sirod, Jumat 8 Juli 2016.

"Kami menolak kalau pembangunan pasar yang terbakar ini diserahkan kepada investor karena pihak ketiga akan menjual kios dengan harga mahal," ujarnya.

Menerut Zaelani, kalau pembangunan kios dilakukan investor, para pedagang lama tidak akan sanggup membeli kios yang ditawarkan. Akhirnya, kios-kios baru nanti akan dikuasai para pedagang yang berkantong tebal dan biasanya mereka bukan warga asli Cilamaya.

Lebih dari itu, lanjut Zaelani, investor akan mengutamakan penjualan kios kepada mereka yang berduit banyak sehingga pedagang lama akan tegeser menempati kios yang lokasinya kurang strategis.

"Dengan membangun sendiri, kami tetap akan memiliki kios sesuai lokasi awal dan para pelanggan pun tidak akan kesulitan mencari letak toko kami nanti," katanya.

Hal senada dikatakan Imron, pedagang Pasar Cilamaya lainnya. Menurut dia, para pedagang siap membangun tokonya masing-masing sesuai lokasi asal dan siap menyeragamkan bentuk bangunan maupun cat toko sesuai arahan dari Pemkab Karawang.

"Kami ingin segera bisa berjualan kembali. Jika menunggu rencana Pemda, akan memakan waktu lama. Kami khawatir modal yang tersisa akan keburu habis," katanya.

Setelah Pasar Cilamaya yang terbakar kembali berdiri, Pemerintah Kabupaten Karawang harus bisa memberantas pedagang kali lima (PKL) yang sebelumnya memadati jalan menuju pasar. Bahkan, saat
kebakaran terjadi, lapak-lapak PKL itu menghambat lanju kendaraan pemadam kebakaran sehingga api terlambat dijinakan.

"Jika jalan bersih dari lapak PKL, mungkin jumlah kios yang terbakar tidak akan sebanyak ini," ujar Imron.

Menurutnya, insiden pada malam takbiran lalu itu sedikitnya telah menghanguskan 100 kios yang ada di bagian barat pasar. "Hampir 60 kios dan toko di Pasar Cilamaya tidak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah," ujarnya.***
Bagikan: