Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah berawan, 15.9 ° C

Puing Pasar Cilamaya Dijarah Pemulung

Dodo Rihanto
WARGA menyaksikan para pemulung yang sedang mengambil puing Pasar Cilamaya yang terbakar Selasa 5 Juli 2016.*
WARGA menyaksikan para pemulung yang sedang mengambil puing Pasar Cilamaya yang terbakar Selasa 5 Juli 2016.*
KARAWANG, (PR).- Puing Pasar Cilamaya yang terbakar pada malam takbiran, kini menjadi obyek penjarahan para pemulung. Ironisnya, hal tersebut terkesan dibiarkan oleh aparat keamanan setempat.

Dari pantauan PR, ratusan pemulung yang sengaja datang dari luar daerah dengan leluasa mengumpulkan besi bekas rolingdoor, behel, serta almunium etalase yang telah berubah menjadi barang rongsonkan. Mereka mengambil benda tersebut dan mengangkutnya dengan mobil bak terbuka. Bahkan, para pemulung menjarah kabel listrik yang plastik pembungkusnya sudah habis terbakar. Mereka memanjat tiang listrik untuk mengambil kabel-kabel tersebut.

Kondisi tersebut tak ayal membuat prihatin para pemilik toko yang terbakar. Mereka menyesalkan sikap petugas keamanan yang terkesan tak peduli terhadap nasib para korban kebakaran.

"Setelah kebakaran usai, tak ada garis polisi dipasang di lokasi ini. Bahkan para pemulung dengan bebas memungut barang-barang yang sebenarnya masih milik kami," ujar salah seorang korban kebakaran, Robiatul Adawiyah.

Menurutnya, pihak keamanan seperti menganggap peristiwa terbakarnya Pasar Cilamaya merupakan kejadian biasa. Mereka tidak terlihat melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

"Yang saya tahu, seharusnya lokasi kejadian dipasang garis polisi. Kemudian petugas mengambil material yang tersisa guna diselidiki di Puslabpor," katanya.

Robiatul menduga kebakaran Pasar Cilamaya ada unsur kesengajaan. Apalagi, sebelumnya ada keributan antar kelompok pemuda. Bahkan, sejak beberapa tahun silam, muncul wacana pasar tersebut bakal direnovasi total.

Hal serupa dikatakan korban kebakaran lainnya, Udin. Menurutnya, saat kebakaran terjadi api dengan cepat menjalar ke berbagai penjuru pasar.

"Pokoknya api sangat cepat berkobar. Tak ada kesempatan bagi kami untuk menyalamatkan barang dagangan yang tersisa," ujarnya.***
Bagikan: