Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Petugas Temukan Formalin Dalam Tahu dan Usus

Tommi Andryandy
CIKARANG, (PR).- Puluhan kilogram tahu dan usus ayam berformalin ditemukan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar di sejumlah pedagang di Pasar Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Selasa 21 Juni 2016.

Tahu dan usus itu berasal dari pabrik di luar Kabupaten Bekasi yang telah dipasarkan sejak enam bulan terakhir.

Secara kasat mata, tidak diketahui perbedaan antara tahu dan usus yang sehat dengan yang berformalin. Namun, makanan yang berbahaya itu terlihat lebih segar dan kenyal.

Temuan bahan berbahaya ini didapat dari hasil sidak Disperindagpas bersama laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Berdasarkan hasil pengujian, kandungan formalin terdapat pada tahu cina dan tahu potong. Zat pengawet jenazah ini juga terkandung pada puluhan kilogram usus yang dipasok dari pabrik di Karawang.

Selain makanan berformalin, petugas juga menyisir makanan kadaluarsa namun tidak ditemukan. Petugas kemudian menyisir ke sejumlah pedagang ayam potong, ikan segar serta ikan asin. Namun tidak ditemukan kandungan berbahaya. Bahan berbahaya justru ditemukan pada tahu dan usus.

"Kalau ikan, ayam sama ikan asin yang sudah diawetkan, itu yang kami khawatirkan ada kandungan berbahayanya, tapi ternyata kondisinya baik, negatif. Tapi kemudian kami dapati formalin pada tahu dan juga usus," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Disperindagpas Yuli Suliah usai melakukan pengujian makanan. Hanya saja, tidak disebutkan berapa kadar formalin yang terkandung dalam tahu dan usus ini.

Tahu dan usus berformalin didapat dari sedikitnya lima pedagang. Menurut Yuli, para pedagang tidak mengetahui dari mana tahu dan usus berasal.

Untuk menghindari makanan berbahaya ini dikonsumsi masyarakat, petugas menyita seluruh tahu dan usus yang berformalin itu. Petugas pun memberi teguran tegas pada pedagang agar tidak lagi menjual makanan berbahaya.***
Bagikan: