Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Ada Rencana Pembangunan Tol Cigatas Hingga ke Banjar

Novianti Nurulliah
BANDUNG,(PR).- Rencana jalan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) yang semula akan dibangun sepanjang 70 km, diperpanjang 100 km hingga Ciamis dan Banjar dengan anggaran yang mencapai Rp 5 triliun lebih. Bahkan, proyek nasional tersebut akan diperpanjang hingga Cilacap sampai ke Yogyakarta sebagai program lanjutan yang digagas oleh pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan hal itu usai pemerintah provinsi Jabar melakukan rapat bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di Jakarta, Senin (13/6/2016) yang disampaikan kepada wartawan di Gedung Sate, Rabu 15 Juni 2016.

Menurut Iwa, dalam rapat tersebut terdapat beberapa kesimpulan sementara, selain Jalan Tol Cigatas yang akan langsung ke Ciamis hingga Banjar, masuk dari Gedebage bukan dari Cileunyi agar tidak ada penumpukan di sana. Pada rapat tersebut pun sudah mengemuka tiga alternatif trase sementara yang akan dibahas lebih lanjut. Masing-masing trase tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan yang akan dibahas lebih lanjut di tingkat teknis.

"BPJT sudah menunjuk pihak untuk melakukan pendetilan ketiga alternatif tersebut, sampai kepada adanya titik kordinat trase," kata dia.

Adapun alternatif pertama exit tol-nya meliputi Majalaya, Nagreg, Limbangan, Cibatu, Malangbong, Rajapolah, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Alternatif kedua, untuk eksit tolnya‎ Majalaya, Nagreg, Limbangan, Cibatu, Garut Kota, Singaparna, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar. Alternatif ketiga exit tolnya meliputi Majalaya, Nagreg, Limbangan, Garut, Singaparna, Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Namun rencana exit tol tersebut bisa berubah sesuai dengan kesepakatan stakeholde terkait.

Dari ketiga alternatif trase tersebut pun sudah ada hasil analisis sementaranya. Untuk alternaltif pertama, kontur berbukit, tidak rawan longsor dan tidak memotong pesawahan. Alternatif kedua, kontur tanah berbukit, tidak rawan longsor tapi memotong pesawahan dan kondisi tanah sangat lunak. Alternatif ketiga, kontur tanah berbukit rawan longsor dan tidak memotong pesawahan.

"Dari ketiga alternatif tersebut sudah ada rekapitulasi pembiayaannya," ucap dia.

Iwa memaparkan, untuk alternatif pertama itu dibutuhkan Rp 5,14 triliun yang di antaranya meliputi pembebasan tanah Rp 1,07 triliun, biaya kontruksi Rp 2,4 triliun, dan konsultan. Alternatif kedua membutuhkan dana Rp 5,374 triliun, yang di antaranya Rp 2,9 triliun untuk kontruksi. Sementara itu untuk alternatif ketiga membutuhkan biaya Rp 5,86 triliun yang meliputi Rp 3,14 triliun untuk kontruksi. Biaya tersebut belum termasuk pajak.

"Kalau melihat dari opsi-opsi itu ya bisa dilihat alternatif pertama (lebih kuat), walaupun dilihat oleh orang yang bukan planolog, berikut juga pendanaan lebih murah. Namun keputusan akan diambil oleh tim di sana (pusat)," ujar dia.

Terkait perkembangannya, Iwa mengatakan saat ini tengah dalam proses pendetilan FS yang sedang diperdalam oleh tim teknis BPJT, konsultan dan Dinas Bina Marga Jabar. Diharapkan lebih cepat dan antara pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten kota terkait terjadi keselarasan.

"FS ditargetkan selesai Juli ini dan apabila udah terjadi harmonisasi maka kementrian PUPR sudah masuk ke jaringan tol nasional. ‎FS sedang jalan, tetap kami pantau. Apabila sudah tuntas, 2017 sudah masuk mulai pembebasan lahan. 2018 bisa mulai lelang kontruksi," katanya.

Dari hasil FS tersebut dan kepastian trase akan diperoleh nama jalan tol baru tersebut yang sementara ini disebut Cigatas.

Selanjutnya, pembangunan kontruksi tergantung pada pembebasan lahan. Kalau lancar proses pengadaannya seperti apa, nanti akan ada beberapa seksi pengerjaan yang bisa dibagi-bagi oleh beberapa rekanan. "Ya dibalapkan pengerjaannya seperti Cipali, tapi itu kewenangan BPJT. Kita hanya mendorong agar proyek ini lebih cepat," ungakap dia.

Menurut dia, pusat tinggal ambil pilihan antara badan usaha atau investor. Dia menyebut peminatnya sudah mulai muncul di antaranya Malaysia, dan Korea.***
Bagikan: