Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 28.7 ° C

Hati-hati, Ada Cincau Hitam Mengandung Boraks

Mochammad Iqbal Maulud
TIM gabungan dari berbagai instansi sedang memperlihatkan berbagai zat berbahaya yang dicampur dalam makanan yang ditemukan di Pasar Johar, Kabupaten Karawang, Rabu 8 Juni 2016.*
TIM gabungan dari berbagai instansi sedang memperlihatkan berbagai zat berbahaya yang dicampur dalam makanan yang ditemukan di Pasar Johar, Kabupaten Karawang, Rabu 8 Juni 2016.*
KARAWANG,(PR).- Tim gabungan dari berbagai instansi di Pemerintah Kabupaten Karawang, menemukan 5 jenis jajanan pasar yang tak layak dikonsumsi karena mengandung berbagai zat berbahaya.

Anggota tim gabungan itu berasal dari Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Mereka mengambil 15 sampel jenis makanan yang dijajakan di Pasar Johar.

"Kita langsung melakukan uji sampel menggunakan alat rapid tes kit formalin, boraks, rodamin," kata Koordinator Tim Kepala BKP, Abdul Aziz, di Pasar Johar, Kabupaten Karawang, Rabu (8/6/2016). Ia mengatakan, dari 15 sampel makanan jajanan tersebut, sebanyak 5 jenis terbukti mengandung bahan kimia berbahaya. Kelima makanan itu adalah cincau hitam yang mengandung boraks, pacar cina yang mengandung rodamin, serta tahu kuning, mi basah, dan ikan asin jambal yang terbukti mengandung formalin," ujarnya.

Meskipun terbukti mengandung bahan kimia berbahaya, tim pengawasan tidak melakukan penyitaan kepada barang-barang yang dijual itu dan masih melakukan pembinaan. Menurut Aziz, dari hasil investigasi tim gabungan ini, sumber berbagai jenis makanan yang mengandung zat berbahaya itu didatangkan dari luar Karawang. Salah satunya, tahu kuning dari Bandung, ikan asin dari Jakarta, dan cincau hitam dari Rengasdengklok.

"Ini menjadi bahan untuk pembinaan oleh provinsi, kita hanya bisa melaporkan," ujarnya.

Aziz berharap, masyarakat lebih cerdas membeli jenis makanan di pasar. Salah satu yang umum diketahui adalah cincau atau kolang kaling yang lebih kenyal jika menggunakan bahan kimia, serta biasanya menjadi lebih renyah rasanya.

Secara terpisah, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku telah mendapatkan laporan makanan berbahaya ini. Ia akan segera melakukan pembatasan bahan makanan yang masuk ke Karawang.

"Saya akan memerintahkan Disperindag untuk mengatur masuknya bahan-bahan makanan ini, mulai hari ini juga, jangan sampai masyarakat Karawang nantinya teracuni," ujarnya.***
Bagikan: