Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Mahasiswa Desak Pembubaran Organisasi yang Bertentangan dengan Pancasila

Yusuf Adji
SUBANG, (PR).- Puluhan mahasiswa tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Subang memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni, Rabu 1 Juni 2016. Mereka mendatangi gedung DPRD Subang, mendesak mendagri melalui Pemkab dan DPRD Subang agar membubarkan organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Rombongan aksi datang sekitar pukul 11.00 WIB, sambil membawa atribut dan poster. Tulisan pada poster yang mereka bawa di antaranya, "Pejabat Subang Harus Berpancasila" dan "Pancasila, NKRI harga mati". Tiba di halaman gedung mereka bergantian melakukan orasi, menyoroti seputar kurangnya kepedulian terhadap nilai-nilai pancasila. Mereka berharap hari lahir pancasila 1 Juni bisa menjadi momentum dan merenungkan nilai-nilainya sekaligus melaksanakannya di kehidupan sehari-hari. Apalagi saat ini banyak ideologi yang merongrong pancasila, utamanya dari luar.

Mereka mendesak agar organisasi yang bertentangan dengan pancasila dibubarkan. Kemudian menuntut pejabat termasuk anggota dewan mengamalkan nilai-nilai pancasila, dan menuntut pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Subang harus berkeadilan. Suasana sempat memanas, saat para mahasiswa meminta anggota dewan bisa menemuinya tetapi tak juga ada yang datang. Setelah menunggu beberapa saat mereka sempat hendak masuk gedung, tetapi dihadang anggota polres Subang yang mengawal jalannya aksi. Ketika itu sempat terjadi aksi dorong, tetapi hanya sebentar dan suasan bisa dikendalikan.

Kabag Ops Polres Subang, Kusno Diantara menyampaikan ada anggota dewan yang datang. Para mahasiswa sempat kecewa karena yang datang menerima mereka hanya seorang, yaitu Kosim dari Fraksi PDI-Perjuangan. Awalnya mereka mendesak agar anggota dewan lainnya bisa hadir, tetapi akhirnya bisa menerima saat dijelaskan sedang melayat karena ada keluarga anggota dewan yang meninggal. Saat itu mereka menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada Kosim, dan selanjutnya akan diteruskan ke unsur pimpinan DPRD.

Ketua Umum PMII Cabang Subang, Toto Taufik Munajat menegaskan hari lahir pancasila penting diperingati, dan dijadikan momentum renungan memaknai nilai-nilainya. "Pancasila dan NKRI harga mati, hanya pimpinan yang berpegang teguh pada Pancasila mampu menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan. Artinya lebih mengedepankan yang terbaik bagi rakyat dan negara, bukan individu dan golangan," tegasnya.***
Bagikan: