Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Pejabat di Purwakarta Tepergok Sedang Selingkuh

Taufik Ilyas
PURWAKARTA, (PR).- RS, seorang kepala UPTD kecamatan di Purwakarta yang tengah selingkuh di rumahnya sendiri digerebek istrinya, Sabtu 14 Mei 2016. Penggerebekan di Perumahan Marsela, Jalan Baru, Kabupaten Purwakarta itu kontan mengundang perhatian warga dan petugas kepolisian setempat.

Meskipun demikian, RS yang ditemui di lokasi kejadian membantah bahwa dirinya digerebek istrinya karena dia bersama istrinya itu dalam proses menuju penceraian. "Ya penceraian bersama Santi tengah dalam proses. Jadi yang terjadi bukan penggerebekan oleh istri karena dia sudah akan saya cerai," kata RS.

Aksi penggerebekan yang dilakukan istri Kepala UPTD kecamatan itu terjadi Sabtu 14 Mei 2016. Saat itu, ia datang ke sana ditemani ibunya. Mereka datang ke rumah milik RS di Perumahan Marsela, Desa Maracang, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta. Di depan rumah, ia spontan berteriak-teriak sehingga mengundang tetangga yang lain berdatangan.

Menurut sekretaris RW 09 Perumahan Marsela Prapto, warga sebenarnya tidak tahu yang terjadi di rumah itu. Tapi saat istri RS berteriak memanggil nama suaminya serta teman wanita selingkuhannya yang berinisial NK, suasana menjadi ramai.

RS tinggal di perumahan itu belum lama, sekitar dua bulan lalu. "Saya juga tidak tahu di rumah itu RS tinggal dengan siapa," kata Marsela.

Setelah aksi pemergokan itu mencuat, sejumlah petugas dari Polres Purwakarta dari unit PPA datang ke lokasi dan menggelandang RS, istrinya, dan teman wanita selingkuhannya ke Mapolres Purwakarta. Di sana, RS mengatakan bahwa kejadian itu bukan penggerebekan karena di dalam rumah itu tak hanya ia dan NK, tapi banyak teman anaknya yang datang untuk mengadakan les privat bahasa Inggris.

Apalagi, kata RS, Santi itu statusnya bukan istrinya lagi tapi sudah menjadi mantan dan tidak berhak mengadili apa yang dilakukan dirinya sekarang. Ia mengaku kedatangan polisi ini justru atas undangan dari dirinya karena khawatir terjadi keributan yang lebih parah.

Di lain pihak, Kanit PPA Polres Purwakarta Agus mengatakan kejadian yang perumahan Marsela itu hanya salah pengertian antara RS dan istrinya. "Setelah kami tanya ke RS untuk membuat laporan tapi dia menjawab bahwa yang sebenarnya RS masih bertanggung jawab menafkahi secara materi kepada dirinya," kata Agus.***
Bagikan: