Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Antisipasi Rawan Pangan di Jatigede, Pemkab Sumedang Minta Bantuan Pemprov

Adang Jukardi
BEBERAPA kendaraan roda empat  menembus genangan air Waduk Jatigede yang  merendam badan Jalan Raya Sumedang-Wado  di Kampung Betok Munjul, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Sabtu 13 Februari 2016.*
BEBERAPA kendaraan roda empat menembus genangan air Waduk Jatigede yang merendam badan Jalan Raya Sumedang-Wado di Kampung Betok Munjul, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Sabtu 13 Februari 2016.*
SUMEDANG, (PR).- Pemkab Sumedang akan meminta bantuan beras kepada Pemprov Jabar untuk mengantisipasi terjadinya rawan pangan di daerah relokasi warga terdampak pembangunan Waduk Jatigede.

Permintaan bantuan itu dilakukan karena stok beras yang ada di Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang relatif sedikit. Stok itu dikhawatirkan tidak akan cukup untuk menjaga ketahanan pangan di daerah Jatigede.

“Masalah antisipasi rawan pangan di daerah Jatigede menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan hari ini. Masalah ini menjadi fokus perhatian kami. Karena stok beras di kantor Ketahanan Pangan relatif sedikit, kami akan meminta bantuan beras kepada provinsi,” kata Wakil Bupati Sumedang Eka Setiawan di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Senin 9 Mei 2016.

Wabup Eka mengatakan hal itu menanggapi di daerah relokasi warga terdampak Jatigede di Blok Cipondoh, Desa Pawenang, Kecamatan Jatinunggal dikabarkan terjadi rawan pangan. Akibat kondisi itu, warga terdampak Jatigede diduga terpaksa menjarah palawija di kebun milik warga setempat untuk makan sehari-hari.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Sumedang, Arry Kusnadi mengaku belum mendengar dan mendapatkan laporan warga terdampak Jatigede di Blok Cipondoh, Desa Pawenang, Kecamatan Jatinunggal mengalami rawan pangan. Laporan itu terutama dari kepala desa dan camat setempat.

Meski demikian, seandainya hal itu terjadi, KKP akan segera membantu menyalurkan beras untuk mengatasi rawan pangan di daerah relokasi tersebut.

“Prosedurnya, kepala desanya harus membuat proposal pengajuan bantuan beras kepada wabup, selanjutnya disampaikan kepada kami. Namun, sebelum beras disalurkan, terlebih dahulu kami akan mengecek ke lapangan untuk memastikan kebenaran terjadi rawan pangan. Seandainya benar, dua hari juga sejak proposal diajukan, bantuan beras bisa dikirim,” ujar Arry.

Sebelumnya, kata dia, tempat relokasi di Blok Cipondoh sempat dikirim bantuan beras sebanyak 12 ton dalam dua kali pengiriman. Bantuan beras tersebut untuk mencegah terjadinya rawan pangan di daerah itu. “Seandainya di Blok Cipondoh saat ini memang terjadi rawan pangan, kepala desanya harus segera mengajukan proposal,” katanya.***
Bagikan: