Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 20.2 ° C

Pemkab Sukabumi Belum Mencabut Darurat Bencana di Delapan Kecamatan

Ahmad Rayadie
SUKABUMI, (PR).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Minggu 27 Maret 2016 masih belum mencabut darurat bencana tanah longsor di delapan kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan memberlakukan hal serupa, di beberapa kecamatan lainnya. Langkah tersebut seiring intensitas hujan semakin meningkat dikhawatirkan berpotensi bencana alam.

Kedelapan kecamatan darurat bencana tersebar di beberapa titik daerah merah di Kecamatan Nyalindung , Jampang Tengah, Purabaya, Cirenghas, Gunungguruh, Sukabumi, Sukaraja, dan Kecamatan Kadudampit. Bencana yang menerjang didominasi tanah longsor tidak hanya menimbulkan kerugian material hingga mencapai puluhan miliar rupiah. Tapi telah menewaskan seorang korban dan melukai dua orang warga lainnya.

“Tidak hanya merusak puluhan rumah warga, tapi telah memporakporandakan delapan jembatan. Untuk perbaikan jembatan, dibutuhkan anggaran sedikitnya dua puluh miliar rupiah. Belum termasuk sarana dan prasarana masyarakat lainnya yang rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor,” kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamammi.

Marwan Hamammi mengatakan, alokasi anggaran yang relatif cukup besar diperuntukan bagi perbaikan jembatan yang tersebar di empat kecamatan. Perbaikan jembatan harus segera direalisasikan untuk mengantisipasi ratusan kepala keluarga terancam terisolasi.

“Kami membutukan anggaran cukup besar untuk memperbaikan dan membangun kembali jembatan yang hanyut terbawa banjir bandang. Percepatan perbaikan diperlukan agar akses masyarakat kembali terbuka,” ujarnya.

Pemkab Sukabumi, lanjut Marwan, tengah mengupayakan pemukiman sementara bagi korban bencana. Apalagi tidak semua korban bencana masih terpencar di beberapa tempat penampungan dan rumah kerabat. Bahkan sebagian warga masih tetap bertahan di rumahnya. “Telah diimbau agar segera mengungsi. Kondisi tanah yang mereka diami masih labil, dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ucapnya.***
Bagikan: