Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Jalan Penghubung Cimaragas-Cidolog Kembali Ambles

Nurhandoko
CIAMIS,(PR).- Jalan utama penghubung Kecamatan Cimaragas dengan Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, yang sebelumnya putus total, kembali terancam tidak dapat dilewati, karena terus terjadi penurunan tanah. Saat ini bagian jalan yang ambles terus ditutup dengan tanah dan kerikil, hingga kendaraan masih dapat melintas.

Pantauan di lokasi, Selasa 22 Maret 2016 amblesnya badan jalan utama yang menghubungkan dua kecamatan tersebut berada di tanjakan Cikupa RT 19 RW 5 Desa Raksabaya, Kecamatan Cimaragas. Ada dua titik lokasi badan jalan ambles, yang sebelumnya patah dan ambles hingga kedalaman setengah meter.

Saat ini lokasi badan jalan ambles berupa tikungan tajam, oleh masyarakat diberi julukan tikungan arit atau sabit, sudah ditimbun aspal dan tanah. Kendaraan yang melintas lokasi tersebut harus hati-hati, karena dari arah utara merupakan turunan dan berupa tikungan tajam.

"Pertama ambles hari Jumat 18 Maret 2016 pagi, setelah sebelumnya turun hujan sangat lebat. sekarang juga masih terus ambles. Saat itu arus lalulintas putus total, sehingga Cidolog terisolir. Sekarang bagian jalan yang ambles ditutup aspal, akan tetapi jalan terus ambles, hingga di atasnya ditimbun tanah, sehingga kendaraan tetap bisa melintas," ungkap Atang (41) warga Cimaragas.

Bersama dengan beberapa pemuda lainnya yang menjaga lokasi jalan ambles, dia menambahkan, dua titik badan jalan yang ambles, terpisah sekira 20 meter. Selain ambles, lanjut Atang, pada bagian sisi badan jalan ambles juga terdapat aliran air.

"Mungkin di bawah ada aliran air. Sekarang ini juga ada retakan bagu di sisi badan jalan yang menuju bukit. Sekarang keadaannya masih sangat berbahaya,tidak hanya saat cuaca panas atau gerimis dan hujan, badan jalan sangat licin," katanya.

Didampingi Aip dan Yuyun, Atang menambahkan, arus lalulintas yang melintas lokasi tersebut cukup padat. Selain banyak anak sekolah dari wilayah Cidolog menuju Cimaragas, juga merupakan akses utama perekonomian masyarakat. "Tidak hanya anak sekolah, banyak hasil pertanian dikirim melewati jalur tersebut. Petani yang sebelumnya mengangkut gabah dengan mobil, sekarang harus diangkut pakai ojek," ungkap Atang.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, kejadian tersebut paling parah, dibandingkan dua kejadian sebelumnya di titik yang sama. Dua tahun lalu, badan jalan juga patah, ambles tetapi tidak begitu dalam. "Kali ini amblesnya sangat parah, sampai kendaraan sempat tidak bisa lewat. Kami berharap agar jalan dialihkan ke lokasi yang lebih aman," tuturnya.

Terpisah Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral, Kabupaten Ciamis, Taufik Gumelar, mengungkapkan hingga proses pergerakan tanah yang memicu amblesnya badan jalan, masih terus berlangsung. Hal itu disebabkan karena tanahnya masih labil.

Dengan kondisi seperti itu, tidak memungkinkan dilakukan perbaikan permanen. Jadi hanya dengan terus menimbun bagian yang ambles. Hasil kajian geologi juga menunjukkan ambles badan jalan masih terus berlangsung. "Hari ini saja Selasa 22 Maret 2016 ada penurunan badan jalan hingga 10 sentimeter. Apabila turun hujan lebat penurunannya lebih cepat," ungkapnya.

Dia mengatakan, jalan yang ambles tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Cimaragas dengan Kecamatan Cidolog. Ketika ambles pertama, arus lalu lintas sempat putus total. "Sempat terputus total. Langkah pertama, adalah arus lalu lintas bisa kembali terbuka," tuturnya.

Taufik menambahkan, perbaikan permanen dilaksanakan apabila kondisi tanah sudah stabil. Selain pemadatan, bagian jalan berupa tikungan tajam akan diperlebar, sehingga kendaraan melaju lebih aman dan nyaman.

"Sekarang ini tikungan sangat tajam, menurun, sehingga tidak nyaman ketika dilewati, selian itu juga berbahaya. Untuk perbaikan permanen, bisa menunggu sampai beberapa bulan ke depan, karena harus menunggu kondisi tanah benar-benar stabil," katanya.***
Bagikan: