Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sedikit awan, 25.8 ° C

Delapan Tanggul di Karawang Rawan Jebol

Mochammad Iqbal Maulud
KARAWANG, (PRLM).- Delapan tanggul yang berada di daerah aliran Sungai Citarum dan Cilamaya, Kab Karawang, rawan jebol. Seandainya jebol, puluhan desa di sekitar tanggul tersebut dipastikan akan terendam.

"Jikalau jebol, selain pemukiman warga maka sawah pun dipastikan terendam. Kita sudah usulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai, agar tanggul-tanggul yang kondisinya tak lagi baik agar diperbaiki, namun hingga kini belum ada jawaban," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Supriatna, Rabu (17/2/2016).

Dari data yang masuk ke BPBD Kabupaten Karawang, kata Supriatna ada delapan tanggul yang kondisinya mengkhawatirkan atau rawan jebol, apalagi saat musim hujan seperti ini.

"Tanggul-tanggul tersebut yaitu di sekitar Kecamatan Batujaya dan Rengasdengklok yaitu tanggul Cikelor, lalu Blok Tangkil, Lolohan Amblas dan Kecamatan Cilemaya yaitu tanggul Tambunsari, lalu tanggul di wilayah Kampung Tengah, Blok Kramat, Kalentemu dan Cilamaya Wetan," katanya.

Supriatna mengatakan, berdasarkan surveiyang dilakukan BPBD November 2015 lalu kondisi tanggul tersebut sudah rusak dan harus diperbaiki. Kemudian diajukan permohonan perbaikan kepada BBWS melalui surat.

"Kita tidak tahu kapan diperbaikinya, tetapi pengajuan sudah diberikan sejak lama namun hingga kini belum ada jawaban. Seperti saat kemarin sudah ada dua tanggul yang jebol dan merendam sejumlah sawah tetapi kita sudah rekomendasikan kepada BBWS untuk diperbaiki," ujarnya.

Supriatna mengatakan, tingkat kerusakan tanggul tersebut bervariasi dari keretakan tanggul sepanjang 40 meter hingga 4 meter. Selain itu pun terjadi penipisan tanggul hingga 3 meter.

"Hasil pengamatan ini cukup mengkhawatirkan, meski demikian wewenang untuk perbaikan tanggul ini merupakan wewenang BBWS," ujarnya.

Dia pun menjelaskan bahwa penyebab kerusakan tanggul tersebut bervariatif seperti kerusakan alami atau adanya aktivitas penambangan tanah liat di sekitar tanggul.

"Penambangan tanah liat untuk bahan batu-bata dianggap menyebabkan penipisan dan retaknya tanggul yang mengancam Desa di Kecamatan Batujaya dan Rengasdengklok," ujarnya.

Sementara di lain hal lanjut Supriatna, untuk wilayah rawan longsor berdasarkan data yang dimiliki BPDB berada di kawasan Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, dan di sepanjang jalur aliran Sungai Citarum. (Mochamad Iqbal Maulud/A-88)***
Bagikan: