Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Penderita Difteri Masih Tempati Ruang Isolasi

Tati Purnawati
DIREKTUR RSUD Majalengka dr Asep Suandi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dr Gandana Purwana disertai sejumlah stafnya sedang memonitor penderita difteri yang menjalani perawatan di RS Majalengka setelah mereka menjalani perawatan di RS Gunung Jati Cirebon, Jumat (12/2/2016).*
DIREKTUR RSUD Majalengka dr Asep Suandi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dr Gandana Purwana disertai sejumlah stafnya sedang memonitor penderita difteri yang menjalani perawatan di RS Majalengka setelah mereka menjalani perawatan di RS Gunung Jati Cirebon, Jumat (12/2/2016).*
MAJALENGKA,(PRLM).- Empat penderita difteri masing-masing Nunu (17), Karminah (76), Runasih (46) dan Azi (23) warga warga Blok Loji RT 01 RW 03, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka diisolasi di ruang Flamboyan RSUD Majalengka. Mereka masuk ruang perawatan di RSUD Majalengka sejak Kamis, (11/2/2016) malam setelah menjalani perawatan di RS Gunung Jati Cirebon.


Menurut keterangan Direktur RSUD Majalengka dr.Asep Suandi, keempat pasien tersebut belum bisa dipulangkan ke rumahnya terkait belum adanya hasil labolatorium yang menyebutkan bahwa keempat pasien benar-benar sudah tidak terinveksi bakteri difteri.

“Kondisi semua apsien, secara fisik kelihatan sehat, namun masih diduga terdapat bakteri difteri pada tubuhnya. Kepastian mengenai sehat tidaknya semua pasien masih menunggu hasil lab dan kultur bakteri dari RSUD Gunung Jati,” ungkap Asep

Tindakan isolasi secara ketat menurut Asep dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, isolasi dilakukan terhadap semua penderita penyakit menular termasuk difteri. Tujuannya agar para petugas kesehatan yang merawat pasien dan penjenguk terhindar dari penularan yang biasanya terjadi melalui udara.

“Alat-alat yang dipakai untuk melindungi diri antara lain pemakaian sarung tangan, lab jas, masker khusus, kaca penutup mata. Sampai alat bekas pakainyapun harus melalui tindakan khusus pula. Ini untuk mencegah atau mengurangi terjadinya penularan baik langsung maupun tidak langsung ke orang lain," ungkap Asep.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dr Gandana Purwana yang memonitor langsung di ruangan isolasi RSUD Majalengka mengatakan, tindakan ini sebagai upaya pencegahan menularnya bakteri difteri kepada orang lain. Jika seseorang diduga tertular difteri, dokter akan segera memulai penanganan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium profil kultur Bakterinya. Dokter akan mengharuskan untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan dua jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

"Penyakit ini dapat disebabkan oleh dua hal yaitu tertular bakteri dari orang lain dan karier difteri yakni seseorang yang sehat, tidak mengalami gejala penyakit difteri tetapi hasil tes swab hidung maupun tenggorokan menunjukkan positif adanya bakteri difteri.” Jelas Gandana.

Orang dengan karier difteri dapat disembuhkan dengan cara minum obat eritsomisin 4x1 selama 7 hari, serta dapat berkonsultasi pada petugas kesehatan apakah diperlukan mendapakan tambahan imunisasi.

Sementara itu empat apsien lainnya yang menderita penyakit yang sama menjalani perawatan di RS Cideres. Kini dua Rumah Sakit di Majalengka telah menyediakan ruang perawatan secara khusus agar bila ditemukan lagi pasien dengan kasus yang sama bisa langsung di rawat di Rumah Sakit yang ada di Majalengka tidak perlu di rujuk ke Rumah Sakit lain.(Tati Purnawati/A-147)***
Bagikan: