Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Jenazah Afif Terduga Bom Sarinah Dimakamkan

Yusuf Adji
SUBANG,(PRLM).-Jenazah terduga pelaku bom Sarinah Jakarta asal Dusun Krajan 1 Desa Kalensari Kecamatan Compreng Kabupaten Subang, Sunakim alias Afif telah dimakamkan, Rabu (27/1/2016) pukul 20.00 WIB.

Saat pemakaman berlangsung banyak warga dari beberapa daerah sekitar sengaja datang, mereka ingin menyaksikan langsung. Selain itu di lokasi juga tampak sejumlah anggota Polisi dan TNI berada di lokasi menjaga keamanan saat proses pemakaman berlangsung.

Orang tua Sunakim bersama aparat kepolisian menjemput jenazah ke Jakarta Rabu siang. Sejak itu rencana pemulangan jenazah Sunakim tersebar luas. Selain awak media, banyak pula warga berdatangan ke Dusun Krajan. Mereka ingin menyaksikan langsung pemakaman Sunakim.

Walaupun sebelumnya sempat beredar kabar ada warga yang keberatan dengan rencana pemakaman Sunakim di kampung halamannya, tetapi melalui musyawarah telah disepakati semua pihak menyatakan bersedia menerima, dan pemakaman dilaksanakan di TPU Dusun Krajan.

Sesuai rencana, jenazah Sunakim dari RS Polri di jakarta langsung dibawa ke pemakaman. Keluarga dibantu warga sejak mendapat kepastian jenazah dipulangkan, mulai menyiapkan tempat pemakaman.

Hujan deras yang sempat mengguyur, berangsur reda saat jenazah datang dan pemakaman mulai dilaksanakan. Walaupun banyak warga yang datang, tetapi proses pemakaman berjalan lancar, tak ada hambatan.

Jenab, ayah kandung Sunakim alias Afif, mengatakan dirinya bersyukir proses pemakaman anaknya bisa berjalan lancar. Kekhawatiran adanya penolakan dari masyarakat ternyata tidak terbukti.

Malahan warga justru berbondong-bondong ikut membantu mulai pembuatan liang lahat, hingga mengantarkan jenasah dan pemakaman selesai. "Alhamdulillah warga di sini semua menerima, tak ada yang menolak," ujarnya.

Dia mengatakan sejak mendapat kabar dan memastikan anaknya terlibat dalam aksi bom, dirinya sudah merelakan kepergian Sunakim. "Ya kalau sudah begini tinggal diikhlaskan saja. Mudah mudahan anak saya bisa diterima di sisi Allah," ujarnya.

Dikatakannya, pihak keluarga hanya menyayangkan dengan sikap tertutup anaknya (Sunakim), sehingga tak mengetahui apa yang akan dilakukannya. Padahal empat hari sebelum kejadian anaknya itu sempat tinggal dirumah, tetapi merahasiakan rencananya.

"Kami kaget karena empat hari sebelum kejadian masih ada disini, tak ada tanda-tanda atau ungkapan yang mengarah kepada rencana aksinya, kami tak tahu sama sekali," ujarnya.

Dikatakannya, sejak lulus SMP dan mulai melanjutkan ke SMA sudah jarang bertemu. Sebab sekolahnya jauh dan tinggal bersama kakeknya di Karawang.

"Sejak SMA sudah jauh, jarang pulang. Kami juga tidak tahu apa yang dia lakukannya selama ini. Sebab kalau pulang tak ada yang berubah, anaknya juga baik," katanya.

Sementara itu Amir, sepupu Sunakim mengungkapkan sejak meninggalkan
kampung halaman, sikapnya menjadi tertutup. Dia tak pernah cerita panjang tentang kegiatan yang dijalaninya.

"Kalau pas datang sikapnya biasa, tak berubah. Cuma tak pernah menceritakan kegiatannya. Bukan hanya kepada kami, tapi ke orang tuanya juga sama tertutup kalau kegiatan diluar," ujarnya.(Yusuf Adji/A-89)***
Bagikan: