Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

Deteksi Dini Minimalisir Terorisme Lewat Siskamling

Nurhandoko
WALI Kota Banjar Ade Uu Sukaesih   mengaku ketika awal memimpin kota paling ujung timur Provinsi Jawa Barat pernah didatangi anggota Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara), ketika berbicara dalam Forum Komunikasi Ketua dan Penasihat Kodim 0613, juga dihadiri tokoh masyarakat dari wilayah Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran. Pertemuan digagas Komandan Kodim 0613, Rudi Jan Pribadi.*
WALI Kota Banjar Ade Uu Sukaesih mengaku ketika awal memimpin kota paling ujung timur Provinsi Jawa Barat pernah didatangi anggota Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara), ketika berbicara dalam Forum Komunikasi Ketua dan Penasihat Kodim 0613, juga dihadiri tokoh masyarakat dari wilayah Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran. Pertemuan digagas Komandan Kodim 0613, Rudi Jan Pribadi.*
CIAMIS, (PRLM).- Sistem keamanan lingkungan (Siskamling), harus kembali digalakkan, sebagai salah satu upaya deteksi dini mengetahui keberadaan pihak tidak bertanggungjawab. Keberadaan pelaku kerusuhan termasuk terorisme sulit dideteksi, karena berbaur dengan masyarakat yang mulai kurang peduli terhadap keamanan lingkungan.

"Sudah saatnya Siskamling kembali digalakkan, sehingga dapat menjadi alat deteksi dini munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Saya berharap masyarakat juga lebih meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh ajakan pihak tidak bertanggungjawab," tutur Komandan Kodim 0613 Ciamis , Rudi Jan Pribadi, Rabu (20/1/2016).

Dia mengutarakan itu saat berbicara dalam Forum Komunikasi Ketua-ketua dan Penasehat Kodim 0613, yang berlangsung di Markas Kodim Ciamis. Beberapa pejabat tokoh masyarakat yang hadir tidak hanya dari Ciamis, akan tetapi juga Kota Banjar dan Pangandaran. Kegiatan tersebut digagas Rudi Jan Pribadi.

Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih dan Ketua DRD Kota Banjar Dadang Kalyubi tampak berbaur dengan pejabat serta tokoh masyarakat di tiga wilayah Kodim Ciamis. Termasuk Wakil ketua DPRD Ciamis Mamat Rahmat, Rektor Universitas Galuh , Yat Rospia Brata dan lainnya.

Rudi Jan Pribadi kembali mengingatkan mulai lunturnya sistem pengamanan dini seperti aturan tamu 1 x 24 jam harus melapor kepada ketua RT. Meski pun sederhana, lanjutnya hal itu mampu menjadi alat deteksi dini terhadap kondisi lingkungan sekitar.

"Coba sekarang lihat, apakah aturan tamu 1 X 24 jam lapor yang banyak dijumpai itu diterapkan atau tidak. Semangat lapor tersebut harus kembali digalakkan, bukan hanya slogan akan tetapi diterapkan. Saat ini, masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan saat ini lebih sulit melihat musuh, karena sudah berbaur di tengah masyarakat. Kondisi itu berbeda dengan masa lampu, posisi musuh dapat langsung diketahui.

"Apa lagi dengan kondisi teknologi yang semakin canggih ditambah dengan berkurangnya kepedulian terhadap longkingan, semakin sulit untuk membedakan musuh yang berbaur dengan masyarakat. Salah satu upaya deteksi dini dengan lebih meningkatkan siskamling," kata Rudi Jan Pribadi. (nurhandoko wiyoso/A-88)***
Bagikan: