Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Cerah berawan, 30 ° C

Masyarakat Ciamis Gemakan Semangat 'Kami tidak Takut'

Nurhandoko
CIAMIS, (PRLM).- Penolakan serta perlawanan terhadap aksi terorisme dengan slogannya "Kami tidak Takut" juga bergema di tatar Galuh Ciamis. Ratusan warga yang mengatasnamakan Forum Ciamis Anti Teror Kabupaten Ciamis menggelar aksi damai menolak terorisme dan faham radikalisme.

Dalam aksi penolakannya yang berlangsung Senin (18/1/2016), selain membubuhkan tandatangan di atas kain warna putih, mereka juga turun ke jalan konvoi keliling kota. Massa aksi juga membentangkan spanduk serta mengusung puluhan poster mengecam aksi terorisme yang terjadi di Jalan Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebelum membubuhkan tandatangan secara massal, diawali oleh perwakilan organisasi kemasyarakjatan yang hadir di tempat itu. Termasuk juga dari beberapa anggota TNI dan Polri, maupun perwakilan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Koordinator aksi Api Wahyudi menegaskan bahwa masyarakat tatar galuh Ciamis tidak terpengaruh aksi teorisme, termasuk kejadian terkajir di Jalan Thamrin. Dia menyatakan bahwa aksi terorisme dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan menyengsarakan rakyat.

"Kami terus menyuarakan serta meneriakkan jangan takut terhadap terorisme. Pemboman dilakukan pihak tidak bertanggungjawab itu, jangan sampai terjadi di Ciamis. Kuncinya meningkatkan kewaspadaan," tuturnya.

Dia menegaskan , siap bekerjasama dengan aparat keamanan untuk memerangi ancaman nyang meresahkan masyarakat. "Masyarakat jangan sampai terpancing oleh ulah orang atau kelompok yang akan membuat kerusuhan," katanya.

Sebelumnya kalangan santri yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Ciamis juga menyatakan penolakannya terhadap aksi radikalisme dan terorisme. Mereka sepakat melawan segala bentuk kegiatan yang akan memecah belas persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketua FSPP Kabupaten Ciamis KH. Asep Saepul Milah menyatakan deklarasi penolakan terhadap aksi terorisme dan radikalisme tersebut , merupakan upaya untuk membentengi santri dari pemahaman negatif dan menyesatkan. Pemahaman yang menyesatkan tersebut disuarakan pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Santri harus bersatu, membentengi diri dari faham yang menyesatkan. Kami ingin mengukuhkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, bersama menjaga iklim kondusif Ciamis," tuturnya.

Dia menambahkan ada kelompok yang sengaja memutarbalikkan fakta tentang Islam, sehingga mendiskreditkan umat muslim. Seperti selalu menghubungkan antara Islam dengan terorisme.

"Pemahaman negatif tentang Islam tersebut harus diluruskan. Islam adalah agama yang membawa berkah bagi semua umat manusia. Islam cinta damai," katanya. (nurhandoko wiyoso/A-88)***
Bagikan: