Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Paguyuban Muslim Sunda Tolak Kehadiran Dedi Mulyadi

Muhammad Ashari
MASSA dari Paguyuban Muslim Sunda (PMS) Depok menolak kehadiran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang akan menjadi pembicara seminar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rabu (13/1/2016).*
MASSA dari Paguyuban Muslim Sunda (PMS) Depok menolak kehadiran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang akan menjadi pembicara seminar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rabu (13/1/2016).*
DEPOK, (PRLM).- Massa dari Paguyuban Muslim Sunda (PMS) Depok menolak kehadiran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang akan menjadi pembicara seminar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Rabu (13/1/2016). Massa PMS terpantau berjaga-jaga di setiap akses masuk UI dan tempat seminar diselenggarakan.

"Kami akan menghadang bupati dan dengan hormat akan menyuruhnya kembali lagi ke Purwakarta," ujar Ketua PMS Depok Ahmad di jalan masuk UI.

Dia mengatakan, alasan penolakan Dedi karena dianggap mempraktikan kebiasaan yang tidak sesuai dengan sosial kultural dan religi masyarakat sunda. Menurutnya, Dedi juga dinilai sering mempraktikan klenik.

"Dia banyak membuat patung-patung dewa di kotanya. Gaya busananya juga terpengaruh dari adat yang bukan sunda. Contohnya, kebiasaan memakai kain catur. Itu bukan sunda," ujarnya.

Ahmad mengatakan, massa yang demo menghadang Dedi dari PMS Depok berjumlah 50 orang. Mereka tersebar di setiap jalan masuk UI dan lokasi seminar.

Massa juga memasang spanduk berisi penolakan terhadap Dedi. Beberapa isi spanduk itu seperti "Masyarakat Depok Menolak Dedy Mulyadi Raja Syirik dari Purwakarta" dan "Kemusyrikan Bukan Adat Sunda". Spanduk itu dibentangkan dengan tali di pepohonan.

Polisi juga tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi demo. Terlihat juga barakuda diturunkan oleh aparat kepolisian. Kepala Polres Kota Depok Dwiyono mengatakan, telah menurunkan 750 personil untuk mengamankan massa.

Sampai berita ini dikirimkan pukul 10.43, belum terlihat tanda-tanda kehadiran Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di lokasi. (Muhammad Ashari/A-147)***
Bagikan: