Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Peredaran Narkoba Lewat Jalur Sepi Cijapati

Mochammad Iqbal Maulud
KASAT Serse Narkoba Polres Garut Remmy Eka Saputra didampingi Kasubbag Humas Polres Garut Ridwan Tampubolon memperlihatkan barang bukti berupa sabu dan ganja di Mapolres Garut, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Senin (21/12/2015).*
KASAT Serse Narkoba Polres Garut Remmy Eka Saputra didampingi Kasubbag Humas Polres Garut Ridwan Tampubolon memperlihatkan barang bukti berupa sabu dan ganja di Mapolres Garut, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Senin (21/12/2015).*
GARUT, (PRLM).- Jalur Cijapati yang biasanya dipakai sebagai jalur alternatif menuju Garut dari Kabupaten Bandung, kini dijadikan jalur alternatif peredaran narkoba, karena jalan tersebut dinilai sepi apalagi jika malam hari.

Satuan Reserse Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang Kepolisian Resor Garut pun di jalur tersebut, baru-baru ini menangkap dua orang tersangka yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu, yang akan dijual di Kabupaten Garut.

"Kami menangkap dua orang yang berasal dari Kabupaten Bandung, atas nama DS alias Boy (40) dan TC alias Agus, di jalur yang menghubungkan langsung Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung, tepatnya di jalur Cijapati yang berada di Kecamatan Kadungora," kata Kepala Satuan Reserse Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang, Polres Garut, Remmy Eka Saputra, di Mapolres Garut, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Garut, Senin (21/12/2015).

‪Remmy menjelaskan bahwa dari kedua tersangka tersebut, Satres Narkoba Polres Garut, menyita sabu-sabu seberat 1,3 gram dan satu paket sabu seberat 0,5 gram dan kedua paket tersebut dijual oleh pelaku sebesar Rp 500 ribu.

‪"Sabu tersebut dimasukan kedalam plastik bening, lalu dibungkus menggunakan tisu, sehingga sekilas dilihat, dalam buntelan tisu tersebut tidak ada apa-apa, hanya sebatas tisu biasa," ujarnya.

Satres Narkoba Polres Garut pun di lain hal juga menangkap seorang nelayan berinisial Y karena mengedarkan ganja kualitas 1 yang dibungkus dan di 'press' oleh kertas.

Remmy menuturkan Y yang merupakan warga Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur ditangkap saat akan menjual ganja seberat 250 gram di Kecamatan Pameungpeuk. Rencananya Y akan mengedarkan ganja di wilayah Pameungpeuk.‬

‪"Menjelang libur akhir tahun peredaran ganja mulai meningkat, ganjanya didapat dari I yang masih buron seharga Rp 500 ribu," ujarnya.

‪Menurut Remmy, peredaran ganja kini mulai marak dan diduga masuk dari jalur selatan. Apalagi saat ini sudah memasuki musim panen sehingga peredarannya bisa meningkat.‬"Kami masih memeriksa jenis ganjanya. Kalau bagus kemungkinan berasal dari Aceh," katanya.‬

Oleh karena itu Remmy meminta peran serta masyarakat dalam membasmi peredaran Narkoba. Terutama pada libur natal dan tahun baru. Remmy pun telah menyiapkan anggotanya di sejumlah titik rawan.‬

‪"Kami sudah menyebar anggota di lapangan. Masalah Narkoba sudah jadi perhatian pusat. Apalagi sudah disebut darurat Narkoba," katanya. (Mochamad Iqbal Maulud/A-88)***
Bagikan: