Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 21.5 ° C

BPBD Kuningan Dapat Bantuan Teknologi Peringatan Dini Bencana Longsor

Nuryaman
KOORDINATOR tim pemasang perangkat sistem peringatan dini bencana longsor dari BNPB Toto Suharto (kedua dari kiri) menjelaskan cara kerja dan fungsi alat yang akan dipasang pihaknya di Kabupaten Kuningan, kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin (kedua dari kanan) dan jajaran pegawai BPBD Kuningan di kantor BPBD Kabupaten Kuningan, Jumat (11/12/2015).*
KOORDINATOR tim pemasang perangkat sistem peringatan dini bencana longsor dari BNPB Toto Suharto (kedua dari kiri) menjelaskan cara kerja dan fungsi alat yang akan dipasang pihaknya di Kabupaten Kuningan, kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin (kedua dari kanan) dan jajaran pegawai BPBD Kuningan di kantor BPBD Kabupaten Kuningan, Jumat (11/12/2015).*
KUNINGAN, (PRLM).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan mendapat bantuan satu paket perangkat teknologi Early Warning System (sistem peringatan dini) bencana longsor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jumat (11/12/2015).

Perangkat tersebut dikirim ke Kuningan dan akan dipasang oleh tim ahli teknologi itu dari Gajah Mada Inovasi Teknologi Kebencanaan (Gama Inatek) Universitas Gajah Mada.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin menyebutkan, bantuan tersebut diperoleh atas usulan pihaknya melalui BPBD Provinsi Jawa Barat.

Disebutkannya paket bantuan itu diarahkan pihaknya dan akan dipasang tim tersebut di Dusun Bangbayang, Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak yang pernah dilanda longsor pada tahun 2012.

Disebutkan Agus, berdasarkan hasil analisa geologi permukiman warga Dusun Bangbayang, terbilang masih sangat rentan terkena longsor. "Oleh karena itu, bantuan paket Early Warning System (EWS) dari BNPB, kami arahkan dipasang di Dusun Bangbayang saja," kata Agus Mauludin, seraya menyebutkan selain Dusun Bangbayang, di Kabupaten Kuningan banyak juga permukiman penduduk rawan longsor tersebar di belasan kecamatan.

Koordinator tim Gama Inatek Toto Suharto, kepada "PRLM" menyebutan paket EWS bantuan BNPB untuk Kuningan yang akan dipasang pihaknya di Dusun Bangbayang jumlahya ada empat unit. Terdiri atas satu unit alat penakar atau pengukur curah hujan, sat unit alat pemantau kemiringan tanah, dan dua unit alat pemantau retakan tanah.

"Sesuai namanya yaitu sistem peringatan dini, alat-alat tersebut akan berfungsi seperti alarm memberikan informasi awal, dengan bunyi sirine. Paket EWS yang akan kami pasang di Bangbayang itu memiliki spesifikasi teknis untuk mendeteksi dan memberikan peringatan dini bencana longsor yang disebabkan atau didahului retakan tanah," katanya.

Ketika alarm paket EWS itu berbunyi, menurutnya tidak selalu berarti menandakan longsor bakal terjadi. Namun, Toto Suharto maupun Agus Mauludin, mengharapkan jika alarm EWS itu berbunyi masyarakat di sekitarnya harus mengambil langkah-langkah waspada bencana longsor.

"Jika alarm EWS berbunyi, minimal masyarakat kelompok rentan misalnya ibu hamil, balita, warga yang sakit, yang tinggal di area rawan longsor segera mengungsi sementara ke tempat-tempat yang aman," kata Agus Mauludin.

Toto Suharto maupun Agus Mauludin, menyebutkan dalam pemasangan alat tersebut juga akan disertai sosialisai dengan masyarakat dan pemerintah desa setempat.

Selain itu, tim teknis dari Gama Inatek dan BPBD Kuningan, juga akan mengajak masyarakat di Dusun Bangbayang berperan serta membuat peta serta memasang tanda-tanda petunjuk jalur evakuasi warga di dusun tersebut.(Nuryaman/A-89)***
Bagikan: