Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 21.7 ° C

Mediasi Purnabakti dan Yayasan Unsil Sudah Tertutup

Tachta Rizqi Yuandri
TASIKMALAYA, (PR).- Jalan mediasi antara pihak Yayasan Universitas Siliwangi (Unsil) dengan 220 Purnabakti Unsil sudah tertutup. Sebabnya, upaya mediasi sudah berkali-kali dilakukan dan pada akhirnya pihak yayasan ternyata ingkar janji. Terakhir, bahkan pihak yayasan menolak mentah-mentah upaya mediasi yang pernah ditengahi oleh Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman pada Sabtu (5/9/2015) lalu. Saat ini, berkas gugatan perdata terhadap pihak yayasan sudah lengkap dan upaya permintaan mediasi dari yayasan dianggap upaya untuk mengulur-ulur waktu.

Hal itu disampaikan Ketua Tim 7 Perjuangan Purnabakti Unsil, Eliya Hartini kepada "PR" Online di Kota Tasikmalaya.

"Beberapa waktu lalu hingga akhir-akhir ini kami mendapatkan permintaan mediasi dari pihak yayasan. Lalu, kenapa pada saat itu pihak yayasan menolak dan mempersilakan kami untuk menempuh jalur hukum. Sekarang ketika berkas gugatan sudah lengkap dan kami sudah siap menempuh jalur hukum, malah ada permintaan mediasi, itu kan aneh," katanya.

Permasalahan dana purnabakti telah berlangsung sejak April 2014 lalu hingga akhirnya tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak yang tertuang dalam berita pada Maret 2015. Berdasarkan berita acara sementara tersebut, pihak YUS akan menjalankan kewajiban memberikan dana purnabakti Rp 31 miliar selambatnya Juni 2015 melalui PT BPR Siliwangi Tasikmalaya. Karena pihak YUS ingkar, akhirnya sejak Juni 2015, sejumlah upaya mediasi dilakukan kedua belah pihak. Bahkan, tidak jarang pihak purnabakti menggelar aksi damai menuntut pemenuhan kesepakatan berita acara sementara tersebut.

Meski demikian, kedua pihak masih belum menemukan kata sepakat hingga akhirnya Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman memutuskan untuk menjadi mediator kedua belah pihak pada akhir Agustus 2015 lalu. Namun demikian, hingga kedua belah pihak dipertemukan oleh Budi pada Sabtu (5/9/2015), tidak terjadi kesepakatan bahkan mediasi tersebut gagal dilakukan. Pada saat itu, pihak YUS melalui Ketua Pengurus YUS, Dedem Ruchlia tidak bersedia melakukan mediasi dan mempersilakan pihak purnabakti menempuh jalur hukum.

"Silakan saja tempuh jalur hukum, Pak," ujar Dedem saat itu kepada walikota dan sejumlah perwakilan purnabakti.

Anggota Tim Kuasa Hukum Purnabakti Unsil, Halim Priatna mengatakan, berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata, Berita Acara Sementara Nomor : BA. /P-YUS/03/2015 Tentang Perjanjian Penyelesaian Purnabakti YUS Antara Pembina YUS dengan Tim 7 Unsil dianggap sah. Ia menilai, apa yang tertuang pada berita acara tersebut dianggap sah dan pihak yang melakukan perjanjian wajib untuk memenuhi kesepakatan yang telah dibuat. Apalagi, Pasal 1338 KUH Perdata juga menjelaskan bahwa dalam sebuah perjanjian, pihak-pihak yang terlibat mesti memiliki itikad baik untuk memenuhi perjanjian tersebut.

Berkas gugatan perdata terkait Santunan Purnabakti Universitas Siliwangi rencananya akan diserahkan ke pihak pengadilan pada Jumat (13/11/2015) mendatang. Sebab, hingga saat ini, Tim Kuasa Hukum Purnabakti Unsil telah memasuki proses validasi data berkas gugatan dan pengumpulan persetujuan dari 220 Purnabakti Unsil. Melalui upaya hukum tersebut, tim kuasa hukum berharap para purnabakti bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya. (Tachta Rizqi Yuandri/A-147)***
Bagikan: