Prancis Lewati Batas, Anak-Anak Muslim Ditangkap Karena Jawaban Soal Karikatur Nabi Muhammad SAW

- 21 November 2020, 19:02 WIB
Ilustrasi bendera Prancis dan Muslim. /PIXABAY/MichelV/senjakelabu29

Di komune Albertville Prancis tenggara, tiga anak Turki dan seorang anak dari Afrika Utara, yang berusia 10 tahun, dibawa ke kantor polisi.

Anak-anak itu ditangkap karena jawaban mereka di sekolah tentang karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Aksi Tolak Rizieq Syihab Dibubarkan Polisi, Aliansi Warga Kota Solo: HRS Timbulkan Kegaduhan

Bahkan untuk memastikan apakah mereka memiliki bibit radikalisme, anak-anak itu diinterogasi semala 11 jam.

“Pengalaman penahanan memiliki efek signifikan pada anak-anak,” kata Hurtado, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Daily Sabah.

Ia mengatakan bahwa banyak pejabat PBB sebelumnya yang bereaksi terhadap undang-undang Prancis tentang perang melawan terorisme.

Baca Juga: Seorang Wanita Bunuh Diri Usai Divonis Positif Covid-19, Polisi: Sudah Putus Asa Bilangnya

"Mekanisme hak asasi manusia PBB di masa lalu telah menyuarakan keprihatinan mereka bahwa kejahatan 'mendukung terorisme' tidak dapat membatasi kebebasan berbicara secara sewenang-wenang," ujarnya.

Prancis baru-baru ini meluncurkan perburuan 'penyihir' ekstensif terhadap komunitas Muslim menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Islam sebagai agama bermasalah yang perlu dibendung.

Banyak organisasi non-pemerintah (LSM) dan masjid telah ditutup dalam beberapa minggu terakhir sementara serangan terhadap Muslim semakin memuncak.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Daily Sabah


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X