Muslim Prancis Diultimatum Presiden Macron untuk Terima 'Nilai-nilai Republik' dalam 15 Hari

- 21 November 2020, 10:19 WIB
Ilustrasi bendera Prancis dan Muslim. /PIXABAY/MichelV/senjakelabu29

Rencananya diprotes, bahkan dikutuk oleh umat Islam di Prancis dan berbagai negara Muslim karena banyak mengintervensi dasar-dasar agama.

Menurut Aktivis HAM Yasser Louati, langkah Macron 'mengalihkan perhatian publik dari kegagalannya sendiri untuk mencegah serangan'.

Baca Juga: Cederanya Sulit Pulih, Marc Marquez Terancam Absen di MotoGP 2021

"Itu juga menguatkan lagi ide bahwa ada keterkaitan antara terorisme dan kebijakan terhadap minoritas Muslim," kata pemimpin LSM 'Komite untuk Keadilan dan Kebebasan untuk Semua' itu.

Menurutnya, hal tersebut sangat jelas tampak dalam pernyataan Macron menanggapi setiap serangan yang muncul.

Macron kelihatan ingin menekan lembaga-lembaga Islam di Prancis dengan alasan yang tidak tepat.

Baca Juga: Daihatsu Gelar Festival Virtual, Ada Promo Cashback Hingga Gratis Oli

Sebuah rancangan undang-undang akan didiskusikan bulan depan untuk membubarkan LSM Muslim jika 'bertindak mengancam martabat manusia'.

Selain itu, LSM Muslim juga bisa dibubarkan jika 'melakukan tindakan yang menekan orang lain secara psikologis atau fisik'.

Amnesti Internasional menegaskan kalau beberapa ketentuan di dalamnya mengancam akan 'memberi efek mengerikan pada aktivis HAM dan organisasi masyarakat sipil' di Prancis.***

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: TRT World


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X