Prancis Ancam Deportasi Semua Muslim yang Menolak Karikatur Nabi Muhammad SAW

- 21 November 2020, 09:41 WIB
Ilustrasi bendera Prancis dan Masjid Nabawi di Madinah. /PIXABAY/MichelV/Konevi

Negara itu pun semakin panas gara-gara pernyataan dan sikap Presiden Emmanuel Macron yang dianggap mempersekusi Muslim di Prancis.

Ucapannya direspon lewat pemboikotan secara serempak oleh negara-negara Muslim terhadap produk-produk Prancis.

Baca Juga: Terserang Wabah Flu Burung, Jepang Musnahkan 850.000 Ayam di Kagawa

Namun hal tersebut tidak menghalangi niat Macron untuk menekan Islam di Prancis lewat intervensi terhadap komunitas Muslim.

Ia menyebut Islam punya masalah yang harus segera diselesaikan dengan 'nilai-nilai Republik'. Maksudnya ialah sekularisme.

Macron juga dengan lantang membela majalah Charlie Hebdo yang membuat karikatur Nabi Muhammad SAW tanpa merasa bersalah.

Baca Juga: Capai Kata Damai, Pemilik CBR Seharga Rp 600 Juta yang Ditabrak Ayla Tolak Tawaran Rumah dan Mobil

Organisasi-organisasi nonpemerintah, masjid-masjid, dan asosisasi Muslim mengkritik keras sikap Macron yang mengintervensi Islam di Prancis.

Pemerintah Prancis pun terus menggaungkan provokasi antiMuslim dengan dalih kebebasan berpendapat lewat agensi, surat kabar, dan majalah.

Media-media Prancis memang sudah mulai diintervensi oleh pemerintah sejak November 2020 lalu.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: Daily Sabah


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X