Cegah Status Quo Tiongkok, Menlu Jepang akan Desak Joe Biden untuk Fokus di Kawasan Indo-Pasifik

- 17 November 2020, 19:50 WIB
Presiden Amerika Serikat terpilih dari Partai Demokrat, Joe Biden. /Instagram.com/@joebiden

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan, saat Joe Biden dilantik pada Januari 2021 mendatang, pemerintah Jepang akan mendesak presiden terpilih Amerika Serikat (AS) untuk fokus terhadap masalah di kawasan Indo-Pasifik serta AS itu sendiri.

"Jepang memiliki tantangan besar (dalam memastikan bahwa) Amerika Serikat tetap berkomitmen pada ketertiban di kawasan Indo-Pasifik, perubahan iklim, keamanan dan masalah global lainnya," katanya dalam konferensi pers di Japan National Press Club.

Toshimitsu Motegi percaya, Joe Biden akan berkonsentrasi pada masalah domestik di awal masa kepresidenannya.

Baca Juga: Jadwal MotoGP 2020 Seri Terakhir Pekan Ini di Portugal

Ia pun mengharapkan, kemenangan Joe Biden ini tidak 'dibatalkan' karena Presiden AS Donald Trump menolak mengakui kekalahan dan kini tengah mengajukan tuntutan hukum.

Motegi mengungkapkan, Jepang sendiri berusaha untuk mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, sebuah konsep yang diciptakannya untuk mempromosikan perdagangan bebas, supremasi hukum, dan kebebasan navigasi, yang bertentangan dengan peningkatan ketegasan militer Tiongkok di kawasan tersebut.

"Jepang perlu tegas mencegah upaya sepihak Tiongkok untuk mengubah status quo di Laut China Timur dan Selatan dengan paksa," kata Motegi, sebagaimana dilansir Pikiran-rakyat.com dari Japan Today.

Baca Juga: Sebelum Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Iran

Dilaporkan, beberapa hari setelah mengumumkan kemenangan dalam pemilihan umum (Pemilu) AS, Joe Biden kini membentuk gugus tugas Covid-19. Hal ini ia lakukan karena mengingat jumlah terinfeksi virus Covid-19 di AS menjadi yang tertinggi di dunia.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Japan Today


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X