Risiko Covid-19 kian Rendah, Hong Kong Cabut Kewajiban Karantina Kedatangan dari Tiongkok

- 29 Oktober 2020, 13:35 WIB
Ilustrasi situasi perkotaan Hong Kong. /Pixabay/Marci Marc

PIKIRAN RAKYAT - Orang yang datang di Hong Kong dari Tiongkok wajib menjalani karantina selama 28 hari.

Pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR) mulai November mencabut aturan wajib karantina 14 hari bagi orang yang baru kembali dari China daratan.

Pemerintah HKSAR berencana mengeluarkan aturan kewajiban menunjukkan hasil negatif tes asam nukleat (tes usap) bagi siapa saja yang baru datang dari China.

 Baca Juga: Cara Pertamina Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi

Spesialis saluran pernapasan Hong Kong Leung Chi Chiu menilai saat ini waktu yang paling tepat mencabut kewajiban karantina karena risiko penularan COVID-19 di China lebih rendah daripada di Hong Kong.

Namun untuk meminimalkan risiko penularan di Hong Kong, dia menyarankan otoritas setempat mewajibkan siapa saja yang datang dari China harus menunjukkan surat, atau sertifikat kesehatan yang di dalamnya mencantumkan tidak pernah mengunjungi wilayah berisiko tinggi COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Sementara itu, orang di luar Tiongkok yang masuk ke Hong Kong tetap diwajibkan menjalani karantina di hotel dengan biaya sendiri.

 Baca Juga: 5 Zodiak yang Tak Cocok dengan Cancer, Salah Satunya Gemini, Benarkah?

Sama halnya dengan di China daratan. Siapa saja yang baru datang dari negara lain wajib melakukan karantina di hotel yang ditentukan pemerintah setempat atas biaya sendiri. 

Karantina wajib dilakukan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, selama 14 hari dan di Hong Kong 14 hari sisanya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X