Ikut Kecam Emmanuel Macron Soal Pemenggalan Guru, Presiden Mesir: Singgung Perasaan 1,5 Miliar Orang

- 29 Oktober 2020, 12:34 WIB
POTRET Presiden Mesir, Abdel Fattah Elsisi.* //Instagram/@alsisiofficial

PIKIRAN RAKYAT - Presiden Prancis, Emmanuel Macron tengah mendapat sejumlah kecaman dari masyarakat internasional saat ia memberi tanggapan mengenai kasus pemenggalan guru sejarah.

Guru sekolah menengah tersebut menjadi korban pemenggalan oleh seorang pria muda berusia 18 tahun usai menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW kepada para muridnya.

Tersangka kemudian ditembak mati oleh polisi setempat karena disebut melakukan perlawanan ketika ditangkap sejauh 600 meter dari lokasi pemenggalan.

Baca Juga: Paula Verhoeven Hamil Anak Kedua, Baim Wong Beri Hadiah Spesial Datangkan Idola Sang Istri

Menurut Emmanuel Macron, tindakan guru sejarah itu sebenarnya masuk dalam kebebasan berekspresi dan kepercayaan.

Tak sedikit publik lalu mengecam Emmanuel Macron karena memicu islamophobia di dunia.

Tanggapan senada dikeluarkan pula oleh Presiden Mesir, Abdel-Fattah El-Sisi pada Rabu, 28 Oktober 2020 seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Reuters.

Baca Juga: Pelatih Persib Robert Alberts Bicarakan Rencananya untuk Bayu Mohamad Fiqri

Ia menilai bahwa kebebasan berekspresi yang disebut oleh Emmanuel Macron harus dihentikan jika menyinggung lebih dari 1,5 miliar orang.

Halaman:

Editor: Farida Al-Qodariah

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X