Warga Prancis Beri Penghormatan pada Guru yang Tewas Usai Diskusikan Karikatur Nabi Muhammad

- 19 Oktober 2020, 08:17 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. /Instagram @emmanuelmacron

PIKIRAN RAKYAT - Ribuan orang berkumpul di seluruh Prancis untuk mendukung guru dan membela kebebasan berekspresi pada Minggu, 18 Oktober waktu setempat.

Ribuan warga Prancis tersebut memberi penghormatan setelah pembunuhan Samuel Paty, seorang guru sejarah yang dipenggal pada Jumat, 16 Oktober.

Pembunuhan itu terjadi setelah guru tersebut menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad di kelas tentang kebebasan berekspresi.

Baca Juga: Beban Utang Bikin Pikiran Nggak Tenang? Inilah 3 Cara Terlepas dari Pinjaman

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters, Perdana Menteri Prancis Jean Castex berdiri bersama warga, asosiasi, dan serikat pekerja yang berdemonstrasi di Place de la Republique di Paris untuk mendukung kebebasan berbicara dan mengenang guru berusia 47 tahun

Anda tidak membuat kami takut. Kami tidak takut. Anda tidak akan memecah belah kami. Kami adalah Prancis! ” kata Castex dalam cuitannya di Twitter.

Orang-orang yang berkumpul tampak membawa spanduk bertuliskan "Mengajar ya, tidak berdarah" atau "Saya Charlie", mengacu pada majalah satir Charlie Hebdo yang kantornya diserang 5 tahun lalu.

Baca Juga: Dul Jaelani Mengaku Punya Pacar Berprofesi Artis dengan Inisial TB, Maia Estianty: Dijaga Anak Orang

Pelaku penyerang yang lahir di Rusia asal Chechnya, langsung ditembak mati oleh polisi setelah melakukan penikaman.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X