Guru di Prancis Dipenggal saat Serangan Teroris, Presiden Emmanuel Macron Buka Suara

- 17 Oktober 2020, 10:09 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah, berdasi). /Instagram @emmanuelmacron

PIKIRAN RAKYAT - Untuk kedua kalinya dalam tiga minggu, teror melanda Prancis.

Kali ini serangan pemenggalan kepala guru sejarah sebuah jalan di pinggiran kota Paris. Tersangka penyerang ditembak dan dibunuh oleh polisi.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari AP, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai 'serangan teroris Islam' dan mendesak rakyatnya bersatu melawan ekstremisme.

Baca Juga: Taqy Malik Lepas Status Duda? Mantan Suami Salmafina Sunan Itu Dikabarkan Menikahi Wanita Asal Batam

Menurut otoritas Prancis, guru tersebut sebelumnya telah mendiskusikan karikatur Nabi Muhammad dengan dengan para muridnya.

"Jaksa penuntut anti-terorisme Prancis membuka penyelidikan atas pembunuhan dengan motif terduga teroris," kata kantor kejaksaan.

Presiden Macron mengunjungi sekolah tempat guru yang bekerja di kota Conflans-Saint-Honorine dan bertemu dengan staf setelah pembunuhan itu.

Baca Juga: Viral Kisah Rangga yang Dibunuh saat Lindungi Ibunya, Hengky Kurniawan: Hafidz Quran Ini Pergi

"Salah satu rekan kami dibunuh hari ini karena dia mengajarkan kebebasan berekspresi, kebebasan untuk percaya atau tidak," kata Macron.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso

Sumber: AP


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X