Konflik Taiwan-Tiongkok, Beijing Mengaku Tangkap Kelompok Mata-mata Taipei

- 12 Oktober 2020, 17:35 WIB
Ilustrasi China dan Taiwan. Warga Taiwan meminta perubahan paspor karena sering dianggap berasal dari Tiongkok.* /kolase pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Tiongkok mengatakan telah menangkap sekelompok mata-mata Taiwan dan menggagalkan serangkaian kasus spionase.

Pada Minggu, 11 Oktober 2020, laporan dari televisi pemerintah CCTV dan outlet lainnya menyebutkan beberapa tersangka ditahan tetapi tidak memberikan nomor atau identitas mereka.

Tiongkok dan Taiwan terpisah sejak perang saudara pada tahun 1949 dan memiliki hubungan bisnis yang luas tetapi kedua belah pihak tidak ada hubungan resmi. Keduanya secara teratur mengumpulkan informasi intelijen satu sama lain.

Baca Juga : Toyota Diisukan Suntik Mati Land Cruiser, Proses Kematian akan Dimulai Tahun 2021

Menurut laporan CCTV, petugas keamanan memecahkan lebih dari 100 kasus mata-mata sebagai bagian dari inisiatif yang disebut Operation Thunder 2020.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari ABC News, CCTV mengidentifikasi satu tersangka sebagai seorang pria Taiwan bernama Li Mengju. Pria ini dikatakan mengambil foto polisi bersenjata paramiliter di Shenzhen, sebuah kota yang berbatasan dengan Hong Kong.

Li Mengju disebut ditahan pada Agustus 2020 di sebuah perlintasan perbatasan Shenzhen.

Baca Juga : KTB Beri Diskon Sampai 40% Untuk Perawatan Truk Mitsubishi Fuso, Simak Cara Dapatkannya

"Gambar dan video yang dia rekam cukup untuk analisis organisasi spionase profesional. Mereka cukup menilai seluruh jumlah pasukan dan status peralatan kami,” kata seorang petugas polisi yang tidak disebutkan namanya.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian

Sumber: ABC News


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X