Tiongkok Protes Angkatan Laut AS Masuki Wilayah Laut China Selatan

- 11 Oktober 2020, 21:15 WIB
Peta yang menunjukkan wilayah Laut China Selatan, sembilan garis putus-putus (nine dash line) merupakan wilayah yang diklaim Tiongkok / CSIS Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) via SCMP

PIKIRAN RAKYAT - Tiongkok mengatakan telah mengirim kapal dan pesawat untuk melacak kapal perusak berpeluru kendali Amerika Serikat John S. McCain saat melintas di dekat pulau-pulau yang dikuasai Beijing di Laut China Selatan.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok menuduh kapal perang AS masuk tanpa izin ke perairan teritorialnya pada Jumat, 9 Oktober 2020 di dekat Kepulauan Paracel, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari Military Times.

Kepulauan Paracel disebut Xisha oleh Tiongkok. Kedatangan kapal AS itu dalam misi kebebasan navigasi terbaru oleh Angkatan Laut US Navy yang bertujuan untuk menentang klaim Beijing di Laut China selatan.

Baca Juga: Hanya Dalam Dua Pekan, 189 Orang di Pondok Pesantren Cipasung Singaparna Positif Terinfeksi Covid-19

Juru bicara Komando Teater Selatan PLA, Kolonel Zhang Nandong mengatakan Beijing menuntut AS mengakhiri tindakan tersebut. Dia menyebut AS melakukan provokasi militer yang secara serius melanggar kedaulatan dan kepentingan keamanan Tiongkok bahkan membahayakan perdamaian dan stabilitas di China Selatan. Laut.

"Kami mendesak pihak AS untuk segera menghentikan tindakan provokatif semacam itu, secara ketat mengelola dan mengontrol operasi militer laut dan udaranya agar tidak menimbulkan kemungkinan apapun," kata Zhang seperti dilaporkan oleh Kantor Berita resmi Xinhua.

Tiongkok mengklaim kedaulatan negaranya atas hampir seluruh Laut China Selatan, yang juga diklaim seluruhnya atau sebagian oleh Taiwan, Filipina, Brunei, Malaysia, dan Vietnam.

Baca Juga: Sinopsis Film Voice of a Murderer, Tayang Malam Ini di Trans 7

Perselisihan antara Tiongkok dan Indonesia juga meningkat karena aktivitas kapal penangkap ikan, penjaga pantai dan angkatan laut negara itu berada di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE)Indonesia.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X