Dianggap Langgar Tradisi, Kamboja Larang Warganya Pakai Busana Seksi hingga Masker saat Covid-19

- 27 September 2020, 06:00 WIB
Bendera Kamboja. /Pixabay/Jorono

PIKIRAN RAKYAT - Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen pada Februari 2020 lalu mengeluhkan seorang pedagang online yang berpose di media sosial dengan pakaian busana seksi untuk meningkatkan penjualan barang dagangannya.

Dalam postingannya di Facebook, pedagang bernama Van Rachna tampil dengan pakaian blus dengan potongan pendek. Foto yang disebarkannya itu kemudian membuatnya dipanggil oleh kepolisian setempat.

Dia diberitahu bahwa pakaiannya itu berbahaya bagi tradisi Kamboja. Van Rachna diperintahkan untuk tidak membagikan foto atau video yang mengenakan pakaian terbuka.

Baca Juga: Sukses Bintangi The World of The Married, Han So Hee Siap Berakting di Drama Romantis Webtoon

Rachna awalnya meminta maaf atas tindakannya itu, tapi kemudian dia melakukan hal yang serupa lagi dan mengunggahnya ke Facebook. Kepolisian setempat kemudian menangkapnya.

Dia didakwa atas pelanggaran terkait pornografi oleh pengadilan di Phnom Penh dan dipenjara selama enam bulan.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari SCMP, pemerintah Kamboja sedang dalam proses mendorong undang-undang ketertiban umum yang akan mengawasi cara berpakaian orang dan bentuk ekspresi lainnya atas nama budaya Khmer serta tradisi nasional.

Baca Juga: Heboh Riset ITB Soal Potensi Tsunami di Selatan Jawa, BMKG: Terjadi atau Tidak, Kita Harus Siap

Undang-undang ini memicu kekhawatiran yang lebih luas karena banyak wanita akan dihukum karena mengenakan pakaian terbuka, yang melanggar tradisi dan norma.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X