Tulis Studi Pelanggaran HAM Israel di Palestina, Akademisi Batal Dijadikan Direktur Kampus

- 21 September 2020, 09:32 WIB
Kampus University of Toronto. /PIXABAY/Goodfreephotos_com

PIKIRAN RAKYAT - Mahasiswa dan dosen di University of Toronto, Kanada menyerukan memulihkan tawaran pekerjaan sebagai direktur kepada seorang akademisi.

Pihak manajemen kampus tersebut membatalkan tawaran pekerjaan akademisi itu setelah membuat studi tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Israel terhadap wilayah Palestina, dikutip Pikiran-rakyat.com dari Al Jazeera.

Fakultas hukum di kampus tersebut dituduh memblokir perekrutan Valentina Azarova sebagai direktur Program Hak Asasi Manusia Internasional (IHRP).

Baca Juga: 367 Ribu Pelanggan Sudah Mendaftar Program Diskon Super Wow PLN, Buruan Ikut Daftar Sebelum Ditutup!

Pemblokiran perekrutan ini dilakukan setelah mendapat tekanan dari hakim federal Kanada yang juga menjadi penyumbang dana ke fakultas tersebut.

Dalam email Dekan Edward Iacobucci di fakultas hukum, sebenarnya telah mengajukan tawaran pekerjaan direktur kepada Azarova dan diterima pada bulan Agustus 2020.

Namun, seorang hakim di Pengadilan Pajak Kanada khawatir tentang Azarova, Dekan Iacobucci kemudian langsung membatalkan tawaran pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Mudah Merasa cemas? Alihkan Perhatianmu dengan 5 Tips Ini

Keputusan tersebut menyebabkan serangkaian pengunduran diri di universitas, termasuk profesor hukum Audrey Macklin, yang mengetuai komite perekrutan. Macklin sebelumnya dengan suara bulat menemukan Azarova sebagai kandidat terbaik untuk posisi itu.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso

Sumber: Al Jazeera


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X