Sebut Isu Penahanan Uighur adalah Kebohongan, Tiongkok Undang Uni Eropa ke Xinjiang dengan Syarat

- 16 September 2020, 18:58 WIB
MENARA pengawas di kamp konsentrasi 'reedukasi dan vokasi' untuk Muslim Uighur di Hotan, Xinjiang, Tiongkok.* /AFP Photo/Greg BAKER

PIKIRAN RAKYAT - Beijing mengatakan bersedia mengatur kunjungan diplomat Uni Eropa ke Xinjiang sebagai tanggapan atas tuduhan terhadap perlakuan Tiongkok pada Uighur.

Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok, Wang Wenbin mengatakan jika undangan telah diperpanjang selama KTT virtual pada Senin 15 September 2020 lalu antara Presiden Xi Jinping dan tiga pemimpin Uni Eropa.

Para pemimpin Uni Eropa tersebut adalah Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Baca Juga: Amnesia: Rebirth akan Rilis Bulan Oktober, Pecinta Game Horor sudah Tak Sabar Menunggu

Wang Wenbing mengatakan terkait isu yang berhembus mengenai Xinjiang, Beijing akan selalu menyambut rekan-rekan di seluruh dunia untuk berkunjung secara langsung.

"Termasuk pihak Eropa, pergi ke Xinjiang untuk jalan-jalan dan melihat-lihat untuk memahami situasi sebenarnya di Xinjiang, daripada desas-desus dan kepercayaan yang sengaja dibuat-buat. Kebohongan," kata Wang Wenbin.

Ia juga mengatakan jika pihak Uni Eropa teah menyatakan harapan mereka mengutus anggotanya untuk mengunjungi Xinjiang dan Tiongko telah menyetujuinya.

Baca Juga: Soal Kabar Kepergian Luis Suarez, Sekretaris Teknis Barcelona Enggan Bicara Banyak

Pengaturan seperti itu, bagaimanapun, telah menjadi titik perdebatan di antara keduanya Tiongkok dan Uni Eropa.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: SCMP


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X